Malaysian Biodiesel Association (MBA) Hadir di Bali, Dorong Akselerasi Biodiesel Sawit Menuju B30

Malaysian Biodiesel Association

Indonesian Palm Oil News (IPO News), Bali — Malaysian Biodiesel Association (MBA) turut hadir dalam 6th Palm Biodiesel Conference 2026 yang berlangsung pada 17–18 September 2026 di Sofitel Nusa Dua, Bali. Konferensi internasional yang mengusung tema “The Role of Palm Biodiesel for Global Energy Security” tersebut mempertemukan pelaku industri, pemerintah, asosiasi, dan pemangku kepentingan biodiesel dari berbagai negara.

Kehadiran MBA di Bali menjadi bagian penting dalam forum yang membahas masa depan biodiesel sawit di kawasan Asia Tenggara. MBA merupakan salah satu dari tiga asosiasi yang menginisiasi Palm Biodiesel Conference sejak 2017, bersama Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) dan Thai Biodiesel Producer Association (TBPA).

Konferensi ini sendiri diselenggarakan secara bergiliran di tiga negara. Setelah Malaysia menjadi tuan rumah edisi keempat pada 2023 dan Thailand menjadi tuan rumah edisi kelima pada 2025, edisi keenam tahun ini kembali digelar di Indonesia dengan APROBI sebagai tuan rumah.

Presiden MBA Hadir sebagai Pembicara

Dalam 6th Palm Biodiesel Conference di Bali, President Malaysian Biodiesel Association, Tee Lip Teng, tampil sebagai salah satu pembicara pada sesi “Accelerating Biodiesel Mandates: Policy, Industry Readiness, and Financing for a Sustainable Transport Sector.”

Sesi tersebut mempertemukan perspektif pemerintah dan industri dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand mengenai percepatan mandatori biodiesel, kesiapan industri, serta kebutuhan pembiayaan untuk pengembangan sektor transportasi yang lebih berkelanjutan.

Tee Lip Teng sendiri kembali dipercaya memimpin MBA untuk periode 2026. Ia berasal dari Future Prelude Sdn Bhd, sementara jajaran pengurus MBA juga terdiri dari sejumlah perusahaan yang bergerak dalam industri biodiesel dan energi berbasis sawit Malaysia.

Malaysia Dorong Campuran Biodiesel Lebih Tinggi

Kehadiran MBA di Bali berlangsung ketika Malaysia tengah mendorong percepatan implementasi campuran biodiesel yang lebih tinggi. Dalam pernyataan pada April 2026, MBA meminta pemerintah Malaysia mempercepat penerapan campuran biodiesel yang lebih tinggi untuk sektor transportasi maupun industri. MBA menyatakan bahwa wilayah yang infrastrukturnya telah siap secara teknis seharusnya dapat segera menerapkan campuran B10 hingga B20.

Pada saat yang sama, MBA mendorong percepatan peningkatan infrastruktur pencampuran biodiesel agar Malaysia dapat mencapai B30 secara nasional. Dorongan tersebut muncul di tengah perkembangan program biodiesel di negara-negara ASEAN. MBA mencatat Indonesia telah bergerak dari B40 menuju B50, sementara Thailand meningkatkan campuran dari B5 menuju B7 serta memperluas pilihan B20.

Bagi Malaysia, percepatan tersebut juga berkaitan erat dengan isu ketahanan energi. MBA menilai gangguan terhadap rantai pasok energi global menunjukkan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar impor dan memperkuat sumber energi domestik.

Dari Bali, ASEAN Memperkuat Kerja Sama Biodiesel Sawit

Forum 6th Palm Biodiesel Conference di Bali menunjukkan bahwa pengembangan biodiesel sawit kini tidak lagi hanya menjadi agenda masing-masing negara, tetapi semakin menjadi bagian dari pembahasan regional mengenai ketahanan energi.

Indonesia, Malaysia, dan Thailand memiliki posisi penting dalam pengembangan biodiesel berbasis sawit di Asia Tenggara. Ketiganya juga memiliki pengalaman dan kebijakan mandatori dengan tingkat implementasi yang berbeda.

Dengan hadirnya MBA bersama APROBI dan TBPA di Bali, konferensi ini kembali menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai kebijakan, kesiapan industri, teknologi, pembiayaan, serta prospek peningkatan penggunaan biodiesel.

Tema “The Role of Palm Biodiesel for Global Energy Security” menjadi semakin relevan ketika negara-negara produsen sawit berupaya meningkatkan pemanfaatan komoditas tersebut tidak hanya sebagai bahan baku pangan dan industri, tetapi juga sebagai bagian dari strategi energi.

Bagi industri sawit, perkembangan tersebut berpotensi memperluas pemanfaatan minyak sawit domestik sekaligus menciptakan permintaan tambahan terhadap bahan baku biodiesel.

Kehadiran Malaysian Biodiesel Association di Bali mempertegas bahwa Malaysia juga melihat biodiesel sawit sebagai bagian penting dari agenda ketahanan energi nasional dan regional. Sementara itu, dorongan MBA menuju implementasi B30 menunjukkan bahwa persaingan sekaligus kerja sama pengembangan biodiesel di kawasan ASEAN masih akan terus berkembang.

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop