Genting Plantations: Produksi Sawit Menguat, Pendapatan Tumbuh, Replanting Dipercepat

Genting Plantations Berhad

Indonesian Palm Oil News (IPO News), Jakarta — Genting Plantations Berhad memasuki paruh kedua 2026 dengan kinerja operasional yang semakin kuat. Produksi tandan buah segar (TBS) meningkat signifikan, pendapatan tumbuh dua digit, sementara perusahaan terus memperkuat fondasi produksi jangka panjang melalui program peremajaan tanaman kelapa sawit.

Pada semester I 2026, Genting Plantations membukukan pendapatan sekitar RM1,72 miliar, meningkat sekitar 16% dibandingkan RM1,49 miliar pada periode yang sama 2025. Namun laba bersih tercatat RM208,98 juta, turun dari RM253,83 juta.

Penurunan laba tersebut terjadi di tengah pertumbuhan produksi. Tekanan harga produk sawit menjadi salah satu faktor yang memengaruhi profitabilitas perusahaan.

Produksi TBS Naik 9%

Dari sisi operasional, justru terlihat perkembangan yang menarik. Produksi TBS semester I 2026 meningkat sekitar 9% secara tahunan, didukung perbaikan pola produksi di sejumlah perkebunan dan kondisi cuaca yang lebih mendukung.

Secara volume, produksi TBS semester I mencapai sekitar 1,02 juta ton, dibandingkan sekitar 934 ribu ton pada semester I 2025.

Momentum tersebut berlanjut memasuki kuartal III. Hingga tujuh bulan pertama 2026, produksi TBS Genting Plantations telah mencapai sekitar 1,2 juta ton, meningkat 10,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut bahkan mendorong manajemen meningkatkan panduan pertumbuhan produksi TBS 2026 menjadi 5%–10%, dari sebelumnya sekitar 5%.

Dengan kata lain, produksi menjadi salah satu kekuatan utama Genting Plantations pada 2026.

Luas Kebun 159.926 Hektare

Skala perkebunan menjadi salah satu modal penting perusahaan.

Dalam laporan tahunan 2025, Genting Plantations mencatat total planted area 159.926 hektare, yang terdiri dari 136.773 hektare kebun kelapa sawit inti dan 23.153 hektare areal plasma.

Dari kebun kelapa sawit inti tersebut, sekitar 118.099 hektare merupakan tanaman menghasilkan, sedangkan 18.674 hektare masih tanaman belum menghasilkan.

Secara keseluruhan, total land area Genting Plantations mencapai sekitar 243.246 hektare, termasuk areal yang belum ditanami dan lahan untuk infrastruktur serta pengembangan properti.

Dengan basis areal tersebut, perusahaan menghasilkan sekitar 2,01 juta ton TBS sepanjang 2025, serta memproduksi 525.760 ton CPO.

Replanting 2.880 Hektare

Menariknya, Genting Plantations tidak hanya mengejar peningkatan produksi jangka pendek. Perusahaan juga terus melakukan peremajaan tanaman sebagai investasi untuk menjaga produktivitas jangka panjang.

Sepanjang 2025, Genting Plantations menyelesaikan replanting sekitar 2.880 hektare di berbagai operasi perkebunan Malaysia. Perusahaan menyebut program tersebut sebagai bagian dari strategi optimasi perkebunan dan keberlanjutan jangka panjang.

Replanting memang dapat memberikan tekanan terhadap produksi dalam jangka pendek karena sebagian tanaman harus dihentikan dari kegiatan panen. Namun setelah memasuki usia produktif, tanaman baru diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas kebun.

Yang penting, Pak, kita tidak perlu menulis ada angka investasi replanting tertentu untuk 2026, karena saya belum menemukan angka resmi perusahaan yang secara khusus menyebutkan “anggaran replanting 2026”. Yang sudah jelas dan terverifikasi adalah program replanting 2.880 hektare telah diselesaikan pada 2025 dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.

Produksi Menjadi Mesin Pertumbuhan 2026

Perkembangan produksi tersebut menjadi semakin penting karena manajemen Genting Plantations melihat peluang peningkatan output pada 2026, didukung tambahan areal panen serta semakin banyak tanaman memasuki kelompok umur dengan produktivitas lebih tinggi.

Pada saat yang sama, perusahaan tetap menghadapi tantangan berupa harga CPO dan biaya produksi. Karena itu, peningkatan produksi menjadi faktor penting untuk menjaga kinerja ketika margin komoditas mengalami tekanan.

Data 2026 memperlihatkan pola yang menarik: volume produksi meningkat, pendapatan tumbuh, tetapi laba belum mengikuti pertumbuhan pendapatan secara penuh.

Bagi Genting Plantations, tantangan berikutnya adalah mengubah pertumbuhan volume tersebut menjadi peningkatan profitabilitas melalui produktivitas kebun, efisiensi biaya dan pengelolaan harga jual produk sawit.

Fondasi Sawit Tetap Menjadi Kekuatan Utama

Dengan areal tertanam hampir 160.000 hektare, produksi TBS yang meningkat dua digit hingga Juli 2026, serta program replanting yang terus berjalan, Genting Plantations memiliki fondasi perkebunan yang kuat untuk menjaga produksi dalam jangka panjang.

Kinerja semester I 2026 memberikan gambaran yang cukup jelas: produksi sawit Genting Plantations sedang berada dalam tren penguatan.

Jika momentum produksi tersebut dapat dipertahankan hingga akhir tahun dan kondisi harga CPO tetap mendukung, kinerja perkebunan akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan perjalanan Genting Plantations sepanjang 2026.

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop