Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Menurut pengamatan IPO News, kejayaan bisnis Cargill Group di kelapa sawit terjadi tahun 2015 lalu, saat mengakuisisi lahan PT Poliplant Sejahtera seluas 50.000 hektar, termasuk lahan plasma milik petani. Sejak itu luas lahan yang telah tertanam kelapa sawit mencapai 60.000 hektar dan kebun yang telah menghasilkan seluas lebih dari 50.000 hektar. Produksi CPO mencapai 600.000 ton per tahun.
Dalam menjalankan bisnis kelapa sawit, sejak tahun 2014 Cargill telah meluncurkan kebijakan minyak sawit yang berkelanjutan (Policy on Sustainable Palm Oil). Sebagai bagian dari Palm Oil 2020 Roadmap yang dicetuskannya, Cargill secara aktif berupaya untuk meraih sertifikat perkebunan miliknya dengan standar berkelanjutan, baik nasional maupun internasional, seperti ISPO dan RSPO.
Menurut pengamatan IPO News, pada 12 Oktober 2015 Cargill, melalui anak usahanya PT Poliplant Sejahtera telah mengajukan permohonan sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) kepada Sucofindo untuk pabrik kelapa sawit (PKS) dan kebun Siriham di Ketapang Kalimantan Barat. Pabrik berkapasitas 60 ton TBS per jam ini memproduksi CPO sebanyak 65.165 ton dan produksi Palm Kernel (PK) sebanyak 13.033 ton. Sedangkan kebun nya seluas 3.795 hektar memproduksi Tandan Buah Segar (TBS) sebanyak 260.663 ton. Sertifikat ini diterima Cargill pada tahun 2016.
Pada 7 September 2021, Cargill, melalui anak usahanya PT Poliplant Sejahtera telah mengajukan permohonan sertifikasi RSPO P&C kepada PT SGS Indonesia untuk pabrik kelapa sawit (PKS) dan kebun Siriham di Ketapang, Kalimantan Barat. Pabrik berkapasitas 60 ton TBS per jam ini, memproduksi CPO sebanyak 45.789 ton per tahun dan produksi Palm Kernel (PK) sebanyak 11.215 ton per tahun. Sedangkan kebunnya seluas 10.084,57 hektar memproduksi Tandan Buah Segar (TBS) sebanyak 205.795 ton per tahun. Hingga Januari 2022, IPO News belum menerima informasi apakah Cargill sudah menerima sertifikasi ini.
Sebelum itu, pada 3 Nopember 2018, Cargill melalui anak usahanya PT Harapan Sawit Lestari telah menunjuk PT SGS Indonesia melakukan penilaian sertifikasi RSPO P&C terhadap PKS dan kebun Manis Mata yang berlokasi di Ketapang, Kalimantan Barat. PKS berkapasitas 60 ton TBS per jam ini memproduksi CPO sebanyak 54.958 ton per tahun dan Palm Kernel (PK) sebanyak 14.502 ton per tahun. Sedangkan kebunnya seluas 13.458 hektar memproduksi TBS sebanyak 276.417 ton per tahun.
Pada 26 Juli 2019, Cargill melalui anak usahanya PT Indo Sawit Kekal telah menunjuk PT SGS Indonesia melakukan penilaian ulang sertifikasi RSPO P&C terhadap PKS dan kebun River View yang berlokasi di Ketapang, Kalimantan Barat. PKS berkapasitas 100 ton TBS per jam ini memproduksi CPO sebanyak 43.389 ton per tahun dan Palm Kernel (PK) sebanyak 9.642 ton. Sedangkan kebun nya seluas 9.499 hektar memproduksi TBS sebanyak 192.841 ton per tahun.
Pada 16 Oktober 2020 Cargill melalui anak usahanya PT Andes Agro Investasma (Nomor anggota RSPO 2-0216-11-000.00, Nomor Palmtrace Number RSPO_ PO100 0008599) telah memohon kepada PT SGS Indonesia untuk melakukan penilaian ulang RSPO P&C untuk PKS dan kebun Sei Kerandi, serta kebun Sei Resak yang berlokasi di Ketapang, Kalimantan Barat. Pabrik Sei Kerandi berkapasitas 120 ton TBS perjam ini memproduksi CPO sebanyak 80.746 per tahun ton dan Palm Kernel (PK) sebanyak 15.476 ton per tahun. Sedangkan kebun nya seluas 18.754,44 hektar memproduksi TBS sebanyak 336.442 ton per tahun. PKS Sei Kerandi telah memiliki sertifikat RSPO No. SGS-RSPO/PC19-00028 dengan masa berlaku 1 Desember 2024.
Informasi terakhir yang diterima IPO News, pada 5 Agustus 2021 Cargill melalui anak usahanya PT Maya Agro Investama Nomor Palmtrace Number RSPO_PO1000004853 melakukan kerjasama dengan PT SGS Indonesia untuk melakukan penilaian RSPO P&C untuk 1 PKS Kedipi Mill yang dan 1 kebun inti Kemuning Estate pemasok TBS yang berlokasi di Ketapang Kalimantan Barat. PKS berkapasitas 60 ton TBS per jam ini memiliki produksi CPO sebanyak 45.547 ton per tahun dan memproduksi Palm Kernel (PK) sebanyak 9.589 ton per tahun. Sedangkan kebunnya seluas 5.333,51 hektar memproduksi TBS sebanyak 46.036 ton per tahun.
Hingga tahun 2025 masih banyak perusahaan kelapa sawit yang belum mengikuti program sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil), namun tidak dengan Cargill. Perusahaan ini selalu taat mengikuti peranturan pemerintah.
Informasi yang diterima IPO NEWS, hingga tahun 2025 sudah banyak anak usaha Cargill yang telah menerima sertifikasi ISPO, diantaranya PT Andes Agro Investama yang belokasi di Ketapang, Kaliamntan Barat, untuk 2 kebun miliknya seluas 8.869 hektar dan 11.110 hektar, kemudian PT Sumber Terang Agro Lestari di Banyuasin, Sumatera Selatan dengan luas kebun 4.298 hektar.
Demi Sertifikat RSPO, Keluarkan Dana Miliaran Rupiah
Pada 10 April 2021 lalu, Cargill melalui anak usahanya PT Harapan Sawit Lestari, PT Indo Sawit Kekal, PT Ayu Sawit Lestari telah mengeluarkan dana sekitar Rp 2,5 miliar untuk premi RSPO pada tujuh koperasi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Ketujuh koperasi tersebut adalah KUD Baku Mandiri Cemerlang, KUD Sepakat Mekar, KUD Beringin Jaya Lestari, Koperasi Sepakat Sejahtera Lestari, Koperasi Harapan Lestari Mandiri, Koperasi Barokah Mitra Mandiri dan Koperasi Mitra Lestari.
Ketujuh koperasi tersebut mewakili 4.000 perkebunan plasma di Ketapang, Kalimantan Barat. Jumlah premi RSPO yang diterima ini meningkat 17% melebihi premi yang diterima tahun sebelumnya berjumlah Rp 2,1 miliar. Para petani kebun plasma ini secara kolektif mengelola lebih dari 7.800 hektar perkebunan sawit dibawah binaan Cargill.
Sebelumnya pada Pebruari 2021, unit bisnis Cargill Tropical Palm di wilayah Kalimantan telah melakukan pemberian premi RSPO dengan total Rp 1,7 miliar kepada 3.300 pekebun plasma dengan luas lahan 6.800 hektar. Sehingga total RSPO premium yang telah diserahkan di tahun fiskal 2021 telah mencapai Rp 4,2 miliar atau tiga kali lipat jumlah tahun 2020 dan menguntungkan lebih dari 7.300 pekebun plasma.
Penyerahan premi RSPO ini merupakan bagian dari komitmen Cargill untuk membantu berkembangnya pekebun plasma. Cargill mendukung kemajuan para pekebun plasma dalam mengadopsi praktik pertanian yang aman, bertanggung jawab serta berkelanjutan, melalui sertifikasi dan premi RSPO. Menurut Presiden Direktur Unit Bisnis Cargill Tropical Palm di Kalimantan Anthony Yeow, program ini selaras dengan komitmen Cargill terhadap rantai pasok minyak sawit yang transparan, dapat ditelusuri, dan berkelanjutan, serta mendukung pekebun plasma menjadi pebisnis yang sukses.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting





























