Ultra Solusindo Indonesia Kembangkan Teknologi Membrane OWS untuk Recovery Minyak dan Air dari Limbah Industri
Indonesian Palm Oil News (IPO News), JAKARTA – Limbah cair pabrik kelapa sawit atau POME (Palm Oil Mill Effluent) selama ini menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan lingkungan di industri sawit. Namun, di balik limbah tersebut masih terdapat minyak yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi untuk diambil kembali.
Peluang inilah yang dikembangkan PT Ultra Solusindo Indonesia (USI) melalui teknologi Membrane Oil Water Separation (Membrane OWS). Teknologi ini dirancang untuk memisahkan minyak dan air dengan memanfaatkan karakteristik khusus membran, sehingga air dapat melewati membran sementara minyak tertahan dan dapat dipisahkan.
Menurut Willi Setiawan, Direktur PT Ultra Solusindo Indonesia, teknologi tersebut dikembangkan karena masih tingginya kandungan minyak dalam limbah Palm Mill yang menjadi persoalan lingkungan.
“Dengan Membrane OWS maka minyak bisa diambil sangat optimal dan rendemen minyak akan naik, sementara waste water-nya menjadi sangat mudah diolah,” jelas Willi.
Recovery Minyak hingga Hampir 100%
Salah satu daya tarik utama teknologi Membrane OWS adalah kemampuannya mengambil kembali minyak dari aliran limbah.
Menurut USI, berdasarkan data penerapan sebelumnya pada industrial wastewater, minyak yang terkandung dalam limbah dapat direcovery hingga hampir 100%.
Teknologi tersebut juga diklaim mampu menangani minyak yang sudah berada dalam kondisi emulsi, yang menurut USI sulit dipisahkan secara optimal dengan sistem konvensional.
Kemampuan tersebut menjadi penting bagi industri kelapa sawit karena minyak yang masih terbawa dalam limbah pada dasarnya merupakan potensi oil loss. Dengan recovery yang lebih optimal, minyak tersebut berpeluang kembali menjadi bagian dari nilai ekonomi perusahaan.

Membrane OWS untuk POME
Ketika ditanyakan apakah teknologi tersebut dapat diterapkan pada POME di pabrik kelapa sawit, Willi memberikan jawaban tegas. “Justru teknologi ini kita ciptakan untuk hal ini.”
Artinya, persoalan minyak yang masih terbawa dalam limbah cair pabrik sawit menjadi salah satu fokus utama pengembangan teknologi Membrane OWS.
USI juga menyebutkan bahwa teknologi tersebut tidak terbatas pada industri sawit. Membrane OWS dapat diterapkan pada berbagai industri yang menghadapi persoalan air yang mengandung minyak maupun minyak yang mengandung air.
Air Juga Dapat Dipulihkan
Setelah minyak dipisahkan, proses pengolahan dapat dilanjutkan untuk menghasilkan air yang dapat digunakan kembali.
Menurut USI, dalam skema yang mereka tawarkan, 100% aliran dapat dimanfaatkan kembali dengan asumsi tidak ada yang terbuang ke lingkungan.
Sekitar 75% dapat menjadi air bersih, sementara sekitar 25% berupa konsentrat yang mayoritas mengandung unsur kalium dan boron dan berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk cair.
Dengan konsep tersebut, teknologi ini tidak hanya berorientasi pada pengolahan limbah, tetapi juga recovery sumber daya—minyak diambil kembali, air dipulihkan, dan konsentrat memiliki potensi untuk dimanfaatkan.
Tanpa Bahan Kimia
USI menyebutkan sejumlah keunggulan Membrane OWS dibandingkan sistem pengolahan konvensional.
Teknologi ini tidak menggunakan bahan kimia dalam proses pemisahan, sehingga tidak menghasilkan limbah B3 dari penggunaan bahan kimia. Selain itu, footprint sistem disebut jauh lebih kecil dan biaya operasional (opex) lebih rendah.
Hasil akhirnya juga bukan sekadar limbah yang telah diolah. Sistem tersebut menghasilkan minyak yang dapat direcovery, air yang dapat digunakan kembali, serta konsentrat yang berpotensi menjadi pupuk cair.
Potensi Extra Profit Rp1,4 Miliar
Potensi ekonomi teknologi tersebut terlihat dalam simulasi yang diberikan Ultra Solusindo Indonesia.
Dengan asumsi flow limbah 200 liter per jam dan kandungan minyak 0,95%, USI menggunakan asumsi harga minyak sebesar US$1.004 per ton dengan kurs Rp18.000 per US$.
Berdasarkan perhitungan tersebut, nilai minyak yang dapat direcovery selama lima tahun diperkirakan sekitar Rp1,56 miliar.
Sementara itu, estimasi biaya listrik selama lima tahun sekitar Rp45,5 juta dan biaya membran sekitar Rp72 juta, sehingga total biaya yang diperhitungkan sekitar Rp117,5 juta.
Dari simulasi tersebut, USI memperkirakan potensi extra profit sekitar Rp1,4 miliar selama lima tahun.
Angka tersebut merupakan simulasi berdasarkan asumsi yang digunakan USI, bukan hasil operasi pada satu pabrik tertentu. Namun, perhitungan itu memberikan gambaran mengenai potensi nilai ekonomi yang dapat diperoleh apabila minyak yang masih terkandung dalam limbah dapat direcovery secara optimal.
Dikembangkan Bersama Ceraflo Singapore
Teknologi Membrane OWS dikembangkan oleh Ultra Solusindo Indonesia bersama Ceraflo Singapore. Menurut USI, teknologi tersebut juga telah digunakan cukup lama di sejumlah negara.
Ke depan, USI menargetkan teknologi tersebut dapat mendukung Indonesia menjadi pusat sawit internasional, khususnya dalam bidang palm mill dan oilwater separation.
Bagi industri kelapa sawit, teknologi ini menawarkan sebuah perspektif berbeda dalam melihat limbah. Apa yang selama ini menjadi bagian dari persoalan pengolahan limbah ternyata masih menyimpan sumber daya yang dapat dipulihkan dan memiliki nilai ekonomi.
Dan melalui Membrane OWS, minyak yang masih terkandung dalam limbah tidak harus berakhir sebagai oil loss.
EMAIL
sales@fastprecmfg.com & sales@ultrasolusi.com
KONTAK
0812-7016-177
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting






























