``` Rais Andersen: CEO Pascal Biotech Sdn Bhd

Rais Andersen: CEO Pascal Biotech Sdn Bhd

Rais Andersen
Rais Andersen: CEO Pascal Biotech Sdn Bhd

Dari Kayu, Restoran dan Farmasi hingga Membangun Masa Depan Bioteknologi Sawit

Indonesian Palm Oil News (IPO News) — Perjalanan seorang pengusaha tidak selalu berjalan lurus. Ada yang sejak awal berada di satu industri dan terus membangun karier di bidang yang sama. Namun, ada pula yang justru menemukan arah hidupnya melalui berbagai pengalaman, berpindah dari satu dunia ke dunia lain, hingga akhirnya menemukan bidang yang diyakini menjadi bagian penting dari masa depan.

Rais Andersen adalah salah satunya

Sebelum dikenal sebagai pendiri dan CEO Pascal Biotech Sdn Bhd, Malaysia, Rais telah melewati perjalanan yang cukup panjang. Ia pernah bersentuhan dengan dunia kayu dan konstruksi, menjalankan bisnis restoran, kemudian masuk ke industri farmasi. Pengalaman-pengalaman tersebut pada akhirnya membawanya ke dunia bioteknologi.

Kini, perhatiannya semakin dalam pada dunia perkebunan sawit—khususnya persoalan kesehatan tanah, mikroorganisme, dan bagaimana membangun ketahanan tanaman dari bawah permukaan tanah.

Bagi Rais, masa depan sawit tidak hanya ditentukan oleh apa yang terlihat di atas tanah.

Justru, sebagian jawabannya berada di bawah tanah.

Dari Berbagai Dunia, Menemukan Arah

Perjalanan Rais menjadi menarik karena ia tidak dibentuk oleh satu pengalaman saja.

Dunia kayu dan konstruksi memberinya pemahaman mengenai bisnis dan pekerjaan lapangan. Dunia restoran memperkenalkannya pada dinamika operasional dan manusia. Sementara pengalaman di industri farmasi membawanya lebih dekat dengan dunia sains, teknologi dan pendekatan berbasis penelitian.

Semua pengalaman itu kemudian menjadi modal ketika Rais memasuki dunia bioteknologi.

Di titik inilah perjalanan tersebut mulai menemukan benang merah.

Ia melihat bahwa persoalan biologis tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan pendekatan konvensional. Dalam pertanian, khususnya perkebunan sawit, kesehatan tanaman memiliki hubungan yang sangat erat dengan kondisi tanah, mikroorganisme dan keseimbangan ekosistem di sekitar akar.

Pemikiran tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan Pascal Biotech.

Perusahaan yang didirikannya berkembang dengan perhatian pada solusi bioteknologi untuk tanaman dan tanah, termasuk menghadapi salah satu persoalan yang sangat dikenal dalam industri kelapa sawit: Ganoderma.

Rais Andersen

Dari Mengobati Tanaman ke Membangun Ketahanan

Ganoderma selama ini menjadi salah satu tantangan serius bagi perkebunan kelapa sawit. Namun bagi Rais, persoalannya tidak cukup dilihat hanya sebagai penyakit yang harus ditangani ketika sudah muncul.

Cara berpikirnya mulai bergeser. Bagaimana jika tanaman dibangun agar memiliki kondisi biologis yang lebih sehat sejak awal?

Di sinilah mikroorganisme dan kesehatan tanah mendapatkan perhatian besar.

Rais melihat bahwa pendekatan bioteknologi harus bergerak lebih jauh dari sekadar mencari solusi ketika tanaman sudah sakit. Yang jauh lebih penting adalah menciptakan lingkungan biologis yang mendukung tanaman untuk tumbuh lebih sehat dan mampu menghadapi tekanan.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan solusi Pascal Biotech, termasuk pemanfaatan mikroba dan produk berbasis biologi untuk mendukung kesehatan tanaman.

Ia menyebut pendekatan ini sebagai bagian dari upaya membangun semacam “asuransi akar”—bukan dalam arti harfiah, tetapi sebagai cara berpikir bahwa perlindungan tanaman harus dimulai dari fondasi kehidupan di sekitar akar.

Dari Ruang Seminar ke Lapangan

Gagasan Rais tentang Ganoderma dan kesehatan tanah tidak hanya berhenti di lingkungan perusahaan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga aktif hadir dalam berbagai forum industri sawit sebagai narasumber. Namanya tercatat dalam sejumlah kegiatan yang membahas pengendalian Ganoderma, kesehatan tanah dan penerapan teknologi mikroba pada perkebunan sawit.

Pada forum 3rd ISGANO 2026, misalnya, Rais membahas pentingnya vertical soil health dalam menekan Ganoderma dan memulihkan produktivitas sawit. Sementara pada International Palm Oil Conference (IPC) 2026, ia membawa topik Soil Health Rejuvenation through Microbes. Kehadirannya di berbagai forum tersebut menunjukkan bahwa perhatiannya terhadap kesehatan tanah dan bioteknologi semakin mendapat ruang dalam diskusi industri sawit.

Laboratorium Tidak Boleh Berjarak dengan Kebun

Bagi Rais, tantangan terbesar bioteknologi bukan hanya menemukan sesuatu yang bekerja di laboratorium.

Tantangan sesungguhnya adalah membawa pengetahuan tersebut ke perkebunan dan membuktikan manfaatnya dalam kondisi nyata.

Ada satu pemikiran Rais yang menarik:

“Jarak antara laboratorium dan perkebunan sering kali lebih jauh daripada jarak geografisnya.”

Kalimat tersebut menggambarkan bagaimana sebuah teknologi dapat terlihat menjanjikan secara ilmiah, tetapi membutuhkan proses panjang sebelum benar-benar dapat diterapkan oleh pelaku perkebunan.

Karena itu, Rais tidak ingin bioteknologi berhenti sebagai konsep ilmiah.

Ia ingin teknologi tersebut hadir di lapangan, dipahami oleh planter, diuji dalam kondisi nyata dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Rais AndersenMelihat Sawit dari Bawah Permukaan

Salah satu gagasan yang semakin kuat dalam pemikiran Rais adalah vertical soil health atau kesehatan tanah secara vertikal.

Selama ini, perhatian terhadap perkebunan sering kali lebih mudah diarahkan pada apa yang terlihat: pertumbuhan tanaman, pelepah, tandan buah segar, produktivitas dan hasil panen.

Namun, kehidupan di bawah tanah jauh lebih kompleks.

Di sekitar akar terdapat dunia mikroorganisme yang berperan dalam berbagai proses biologis. Karena itu, menjaga kesehatan tanaman menurut Rais tidak cukup hanya dengan melihat bagian atas tanaman.

Akar dan tanah harus mendapatkan perhatian yang sama.

Inilah yang membuat bioteknologi menjadi menarik baginya.

Bukan sekadar menjual produk, tetapi membangun pemahaman baru bahwa produktivitas perkebunan dalam jangka panjang sangat berkaitan dengan kesehatan biologis tanah.

Indonesia dan Masa Depan Sawit

Perhatian Rais terhadap Indonesia juga bukan tanpa alasan.

Indonesia merupakan salah satu kekuatan utama industri sawit dunia. Skala perkebunan yang besar membuat tantangan terhadap produktivitas, kesehatan tanaman dan keberlanjutan menjadi semakin penting.

Di sinilah Rais melihat ruang yang besar bagi penerapan bioteknologi.

Menurutnya, teknologi tidak boleh hanya menjadi milik laboratorium atau perusahaan teknologi. Teknologi harus dapat diterjemahkan menjadi solusi yang relevan bagi perkebunan.

Karena itu, perjalanan Pascal Biotech di Indonesia menjadi bagian penting dari visinya.

Rais melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi sebagai tempat di mana berbagai solusi bioteknologi dapat diuji, dikembangkan dan diterapkan dalam skala yang nyata.

Membangun Masa Depan, Bukan Sekadar Menyelesaikan Masalah Hari Ini

Ketika berbicara mengenai masa depan, Rais tidak hanya melihat satu atau dua tahun ke depan.

Ia memandang perkembangan bioteknologi sawit dalam horizon 10 hingga 20 tahun.

Baginya, industri sawit akan menghadapi tuntutan yang semakin besar untuk menghasilkan produktivitas yang baik sekaligus menjaga keberlanjutan.

Karena itu, pendekatan terhadap tanaman juga harus berubah.

Sawit tidak cukup hanya dipandang sebagai komoditas yang menghasilkan minyak. Di dalam satu pohon terdapat sistem kehidupan yang kompleks—tanah, akar, mikroorganisme dan lingkungan yang saling berhubungan.

Semakin baik sistem tersebut dipahami, semakin besar peluang industri untuk membangun perkebunan yang lebih sehat dan produktif.

Pada akhirnya, inilah yang ingin dibangun Rais melalui perjalanan panjangnya di dunia bioteknologi.

Bukan sekadar sebuah produk.

Bukan pula sekadar teknologi.

Melainkan sebuah cara pandang baru tentang bagaimana manusia menjaga tanaman dan tanah untuk menghasilkan produktivitas yang berkelanjutan.

Rais percaya bahwa masa depan sawit tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang terlihat di atas tanah, tetapi juga oleh seberapa jauh manusia memahami kehidupan yang selama ini tersembunyi di bawahnya.

Dan mungkin, di situlah perjalanan Rais Andersen menemukan maknanya.

Dari kayu, konstruksi, restoran dan farmasi, ia akhirnya sampai pada dunia yang jauh lebih kecil tetapi memiliki pengaruh yang sangat besar: dunia mikroorganisme di dalam tanah.

Jika satu generasi pohon dapat tumbuh lebih sehat dan produktif lebih lama karena manusia belajar merawat kehidupan di bawah tanah, bagi Rais, itulah kontribusi yang ingin ia tinggalkan bagi masa depan industri sawit.

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Majalah IPO News

Majalah Indonesian Palm Oil News Edisi Mei - Juni 2026
Majalah IPO News Hasnur Group 2025
Majalah IPO News Palmex Medan 2025
Majalah IPO News Edisi IPOC Bali 2025
PALMEX Jakarta 2027
Palmex Medan 2026

Produk CDMI Consulting

Berital Lainnya

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop