Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Membangun Solusi Biologis untuk Masa Depan Sawit Indonesia
Di tengah tantangan industri kelapa sawit Indonesia yang semakin kompleks, penyakit Ganoderma masih menjadi salah satu persoalan serius yang dapat mengancam produktivitas dan umur ekonomis tanaman. Persoalan inilah yang mendorong Ir. Miftachul Anwar (MA), Direktur Utama sekaligus pendiri PT Pascal Biotech Indonesia, untuk menghadirkan pendekatan berbasis teknologi biologis bagi industri sawit nasional.
PT Pascal Biotech Indonesia berdiri pada Januari 2024 dan merupakan afiliasi dari Pascal Biotech Sdn Bhd, Malaysia. Sejak awal kehadirannya di Indonesia, perusahaan ini memfokuskan pengembangan bisnisnya pada solusi biokontrol dan teknologi berbasis mikroba untuk mendukung kesehatan tanaman kelapa sawit.
Bagi MA, membangun bisnis di industri sawit bukan semata-mata mengenai memasarkan sebuah produk, tetapi juga tentang memberikan edukasi dan solusi terhadap persoalan nyata yang dihadapi perkebunan.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian utama Pascal Biotech adalah ActinoPLUS, produk berbasis bakteri Streptomyces GanoSA1 yang dikembangkan sebagai agen pengendalian biologis untuk membantu mengendalikan penyakit Ganoderma. Pendekatan ini menempatkan mikroba sebagai bagian dari strategi perlindungan tanaman yang lebih berkelanjutan.
Perjalanan MA bersama Pascal Biotech juga tidak berhenti pada pemasaran produk. Ia aktif hadir dalam berbagai kegiatan, seminar, pameran dan forum industri sawit untuk memperkenalkan pemahaman mengenai Ganoderma serta teknologi pengendaliannya kepada perusahaan perkebunan maupun pelaku usaha sawit. Kehadiran tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pasar sekaligus memperluas penerapan teknologi Pascal di berbagai wilayah perkebunan sawit Indonesia.

Atas inovasi tersebut, Pascal Biotech Indonesia juga memperoleh berbagai apresiasi di berbagai ajang industri. Pengembangan teknologi pengendalian Ganoderma berbasis mikroba.
Bagi MA, perjalanan Pascal Biotech masih panjang. Tantangan Ganoderma membutuhkan penelitian yang berkelanjutan, kolaborasi antara dunia usaha, akademisi dan lembaga riset, serta edukasi yang konsisten kepada pelaku perkebunan.
Dari seorang pelaku industri, MA mencoba membawa sebuah pesan sederhana: masa depan perkebunan sawit tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga oleh kemampuan industri menemukan solusi yang lebih efektif, inovatif dan berkelanjutan.
DARI PALMEX MEDAN MENUJU PASCAL BIOTECH INDONESIA
Bagi sebagian orang, sebuah kunjungan ke pameran mungkin hanya menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan teknologi dan bertemu dengan pelaku industri. Namun bagi MA, kunjungannya ke Palmex Medan pada Oktober 2023 justru menjadi titik awal lahirnya sebuah perjalanan baru di industri kelapa sawit Indonesia.
Saat mengunjungi salah satu booth di Palmex Medan 2023, MA bertemu dengan Pascal Biotech Sdn Bhd – Malaysia, perusahaan yang telah lebih dahulu mengembangkan teknologi biologis untuk membantu pengendalian penyakit Ganoderma pada tanaman kelapa sawit.

Dalam pertemuan tersebut, ia berbincang langsung dengan CEO Pascal Biotech Sdn Bhd, Mr. Rais Andersen. MA melihat adanya peluang besar untuk membawa teknologi tersebut ke Indonesia, mengingat Ganoderma merupakan salah satu persoalan serius yang dihadapi perkebunan sawit.
Pertemuan itu kemudian tidak berhenti sebagai sebuah pembicaraan di arena pameran.
Dengan latar belakang pendidikan sebagai alumnus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jurusan Hama & Penyakit Tanaman, MA memiliki perhatian yang kuat terhadap persoalan kesehatan tanaman. Ia kemudian menyusun sebuah master plan bisnis untuk lima tahun ke depan, yang selanjutnya dipresentasikan langsung kepada Owner Pascal Biotech, Dr. Hee Cho, di Malaysia.
Dari proses tersebut lahirlah kesepakatan untuk mendirikan PT Pascal Biotech Indonesia sebagai sister company Pascal Biotech Malaysia. Perusahaan tersebut resmi berdiri pada 5 Januari 2024, dengan MA dipercaya sebagai Direktur Utama sekaligus salah satu pemegang saham.
BERAWAL DARI KEPEDULIAN TERHADAP INDUSTRI SAWIT
Keputusan MA membangun Pascal Biotech Indonesia bukan semata-mata karena melihat peluang bisnis. Ia melihat bahwa industri sawit Indonesia membutuhkan semakin banyak alternatif teknologi yang mampu menjawab persoalan di lapangan sekaligus sejalan dengan tuntutan perkebunan yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan.
Salah satu fokus utama Pascal Biotech adalah Bio Control Agent (BCA) atau agen pengendalian biologis. Produk pertamanya di Indonesia, EMBIO ActinoPLUS, menggunakan bakteri Streptomyces GanoSA1 dan dikembangkan untuk membantu pengendalian penyakit Ganoderma.

Menariknya, perjalanan MA bersama Pascal Biotech bukan hanya berada di balik meja kantor. Ia aktif turun ke berbagai perkebunan, seminar dan kegiatan industri sawit untuk melakukan edukasi mengenai Ganoderma dan solusi biologis yang dikembangkan Pascal.
TERUS MENGEMBANGKAN INOVASI
Setelah ActinoPLUS, Pascal Biotech Indonesia juga mengembangkan produk lain, termasuk PASBIOMONE, yang ditujukan untuk membantu menarik kumbang penyerbuk dan mendukung proses polinasi tanaman kelapa sawit. Perusahaan juga memiliki rencana pengembangan fasilitas produksi di Indonesia sebagai bagian dari master plan bisnisnya.
Perjalanan tersebut menunjukkan karakter MA sebagai seorang profesional yang mencoba menggabungkan pengalaman, pengetahuan tentang tanaman, kebutuhan industri dan peluang teknologi menjadi sebuah usaha yang memiliki tujuan lebih luas.
Dari sebuah pertemuan sederhana di Palmex Medan 2023, kemudian lahir sebuah perusahaan bioteknologi yang kini berupaya mengambil bagian dalam menjawab salah satu tantangan besar perkebunan sawit Indonesia.
MA mungkin memulai langkahnya dari sebuah booth di pameran, tetapi visi yang dibawanya jauh lebih besar: menghadirkan teknologi biologis dan solusi yang dapat membantu menjaga produktivitas serta keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.
Miftachul Anwar (MA) prihatin dengan kondisi serangan Ganoderma di Indonesia, data disbun menunjukan rata rata di Indonesia sudah mencapai 12% serangan ganoderma, oleh karena itu dapat mengancam berkelanjutan perkebunan kelapa sawit, menurunkan produksi dan sangat merugikan Perusahaan sawit.
Dengan pengendalian berbasis Bacteri Streptomyces GanoSA1 actinoPLUS MA memberikan konsep bahwa saat ini pengendalian Ganodema dengan paradigma baru yaitu memberikan antibiotik pada tanaman mulai dari PN Prime Nursery.
Hal ini PASCAL sedang kerjasama dengan IPB melakukan uji efikasi ActinoPLUS dg metode RWB Rubber Wood Block dan uji mikroba Streptomyces GanoSA1 di berbagai kedalaman tanah sampai 1,5 meter
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting



























