Agrinas Palma Bidik 10.000 Tenaga Kerja Dalam Tiga Bulan, Pemanen Sawit Jadi Prioritas

PT Agrinas Palma Nusantara, Agrinas Palma

BUMN perkebunan ini menyiapkan skema upah hingga 120% dari UMR untuk menarik tenaga kerja dan mempercepat produktivitas kebun

Indonesian Palm Oil News (IPO News), Jakarta — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menargetkan perekrutan sekitar 10.000 tenaga kerja dalam waktu tiga bulan untuk mendukung operasional perkebunan kelapa sawit yang berada dalam pengelolaannya. Kebutuhan terbesar diarahkan pada tenaga pemanen, seiring tuntutan perusahaan untuk mempercepat pengelolaan lahan dan mengoptimalkan produksi tandan buah segar (TBS).

Rencana tersebut diberitakan pada 8 Oktober 2026 oleh media Law Justice, berdasarkan keterangan Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani. Ia menekankan pentingnya ketersediaan tenaga kerja agar buah sawit yang telah matang dapat segera dipanen dan tidak kehilangan nilai ekonominya.

Kebutuhan tenaga kerja tersebut memperlihatkan besarnya tantangan operasional yang dihadapi Agrinas Palma dalam menjalankan mandat pengelolaan perkebunan. Ketersediaan lahan saja tidak cukup untuk menghasilkan nilai ekonomi apabila tidak didukung tenaga kerja, organisasi lapangan, dan sistem operasional yang memadai.

SKEMA UPAH HINGGA 120% UMR

Untuk menarik minat masyarakat agar bersedia bekerja di sektor perkebunan, Agrinas Palma menyiapkan skema upah yang dinilai kompetitif. Dalam pemberitaan tersebut, disebutkan kemungkinan pemberian upah hingga sekitar 120% dari upah minimum regional (UMR), bergantung pada jenis pekerjaan dan kebutuhan di lapangan.

Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pekerjaan di sektor perkebunan sekaligus mendorong produktivitas tenaga kerja. Namun, angka 120% tersebut bukan jaminan bahwa seluruh pekerja akan menerima besaran upah yang sama. Bagi industri sawit, tenaga pemanen merupakan salah satu unsur penting dalam rantai produksi. Keterlambatan panen dapat mengganggu pengangkutan buah, memengaruhi kualitas TBS, dan menghambat pasokan bahan baku ke pabrik kelapa sawit (PKS).

Karena itu, pemenuhan kebutuhan tenaga kerja bukan sekadar persoalan perekrutan, melainkan juga bagian dari upaya membangun sistem operasional perkebunan yang lebih efektif.

BERPELUANG MENDORONG EKONOMI DAERAH

Selain memenuhi kebutuhan internal perusahaan, perekrutan dalam skala besar berpotensi membuka kesempatan kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah perkebunan. Aktivitas operasional kebun juga dapat mendorong kegiatan ekonomi pendukung, mulai dari transportasi, penyediaan kebutuhan pekerja, hingga jasa penunjang perkebunan.

Dalam jangka panjang, optimalisasi pengelolaan lahan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas aset negara dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Meski demikian, realisasi manfaat tersebut akan bergantung pada keberhasilan perekrutan, penempatan pekerja, produktivitas kebun, serta penerapan tata kelola yang baik.

PENDAFTARAN PERLU DIPASTIKAN MELALUI KANAL RESMI

Meskipun kebutuhan sekitar 10.000 pekerja telah diberitakan, angka tersebut tidak serta-merta berarti seluruh posisi telah dibuka melalui satu proses pendaftaran. Calon pelamar perlu memastikan jenis posisi, persyaratan, lokasi penempatan, jadwal pendaftaran, dan mekanisme seleksi melalui kanal resmi perusahaan.

Informasi karier dapat dipantau melalui situs resmi Agrinas Palma Nusantara di https://agrinaspalma.co.id/career.

Dengan kebutuhan tenaga kerja dalam skala besar, langkah Agrinas Palma ini menjadi perkembangan penting bagi pasar tenaga kerja di sektor perkebunan kelapa sawit. Tantangan berikutnya adalah memastikan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan tenaga kerja yang kompeten, sistem kerja yang produktif, serta kondisi kerja yang layak.

Sumber: Law Justice, 8 Oktober 2026; situs resmi PT Agrinas Palma Nusantara.

—

Muslim M. Amin
Editor in Chief IPO NEWS

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop