Toyota Tsusho Dan KIS Group Bangun Bisnis Biomethane Di Indonesia

Biomethane

Limbah Sawit Sumatera Selatan Akan Diolah Menjadi Energi dan Disalurkan ke Industri Jawa Barat

Indonesian Palm Oil News (IPO News), Jakarta – Industri kelapa sawit Indonesia semakin menunjukkan pergeseran dari sekadar menghasilkan minyak sawit menjadi sumber energi terbarukan. Perkembangan terbaru datang dari kerja sama Toyota Tsusho Corporation dan KIS Group, yang membentuk perusahaan patungan untuk mengembangkan bisnis biomethane di Indonesia.

Pada 6 Oktober 2026, Toyota Tsusho mengumumkan bahwa perusahaan bersama PT KIS Biofuels Indonesia telah membentuk PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI). Perusahaan patungan tersebut didirikan pada September 2026 dan akan menjalankan bisnis produksi, pengangkutan serta penjualan biomethane di Indonesia. Operasi komersial pertama ditargetkan dimulai pada 2027.

Komposisi kepemilikan KTBI terdiri dari PT KIS Biofuels Indonesia sebesar 51% dan PT Toyota Tsusho Indonesia sebesar 49%. Dengan struktur tersebut, KIS Group menjadi pemegang saham mayoritas, sementara Toyota Tsusho membawa pengalaman dan jaringan bisnisnya di Indonesia, khususnya dengan sektor manufaktur.

Dari Limbah Pabrik Sawit Menjadi Biomethane

Proyek pertama KTBI akan memanfaatkan limbah cair dari pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) di Sumatera Selatan.

Biogas yang dihasilkan dari pengolahan POME akan dimurnikan menjadi biomethane dengan tingkat kemurnian tinggi. Selanjutnya, biomethane tersebut akan diangkut dan dijual kepada konsumen industri.

KTBI menargetkan penjualan sekitar 150.000 MMBTU biomethane per tahun. Produk tersebut rencananya akan disalurkan melalui jaringan pipa PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN menuju pelanggan, termasuk sektor manufaktur di Jawa Barat.

Dengan demikian, proyek ini menciptakan sebuah rantai nilai baru:

Limbah cair pabrik sawit → biogas → biomethane → jaringan PGN → industri manufaktur.

Model tersebut membuat limbah dari industri sawit tidak berhenti sebagai persoalan pengolahan lingkungan, tetapi berubah menjadi komoditas energi yang memiliki nilai ekonomi.

Menghubungkan Sentra Sawit Sumatera dengan Industri Jawa

Ada hal yang membuat proyek ini cukup strategis.

Menurut Toyota Tsusho, proyek tersebut akan menjadi proyek pertama di Indonesia yang memasok biomethane yang diproduksi di Sumatera kepada konsumen di Jawa.

Sumatera Selatan merupakan salah satu wilayah penting bagi industri kelapa sawit, dengan banyak pabrik yang menghasilkan POME. Sementara itu, Jawa Barat merupakan salah satu pusat kegiatan industri manufaktur.

Dengan memanfaatkan jaringan pipa PGN, biomethane dapat bergerak dari sumber bahan baku di Sumatera menuju konsumen energi di Jawa.

Bagi industri sawit, konsep ini membuka peluang baru untuk mengembangkan bisnis energi tanpa harus membangun rantai distribusi gas dari awal.

Bagi industri manufaktur, penggunaan biomethane memberikan alternatif energi yang dapat digunakan dengan memanfaatkan peralatan gas dan jaringan yang sudah tersedia, sehingga kebutuhan investasi tambahan di sisi pengguna dapat ditekan.

KIS Membawa Pengalaman Global

Masuknya Toyota Tsusho ke bisnis biomethane Indonesia juga memperkuat posisi KIS Group dalam pengembangan energi berbasis biogas.

Toyota Tsusho menyebut KIS Group telah mengerjakan lebih dari 90 proyek biogas di lebih dari 20 negara.

Sementara PT KIS Biofuels Indonesia disebut memiliki pengalaman sebagai perusahaan pertama yang berhasil menjalankan produksi dan penjualan biomethane secara komersial di Indonesia.

Dengan pengalaman tersebut, proyek bersama Toyota Tsusho memiliki basis teknologi dan pengalaman operasional yang lebih kuat dibandingkan sekadar proyek percontohan.

Toyota Tsusho Melihat Peluang dari Dekarbonisasi Industri

Bagi Toyota Tsusho, proyek biomethane ini juga berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan industri untuk menurunkan emisi.

Toyota Tsusho menyatakan akan memanfaatkan pengalaman KIS dalam bisnis biomethane serta jaringan bisnisnya di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dekarbonisasi pelanggan, termasuk perusahaan-perusahaan Jepang.

Biomethane diharapkan dapat menjadi pelengkap gas alam sekaligus membantu industri mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.

Proyek ini juga direncanakan untuk mengejar International Sustainability and Carbon Certification (ISCC). Sertifikasi tersebut diharapkan dapat membantu memperjelas nilai lingkungan dari biomethane yang diproduksi sekaligus meningkatkan nilai pasarnya.

Bukan Hanya Satu Proyek

Toyota Tsusho menempatkan proyek Sumatera Selatan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan bisnis biomethane di berbagai wilayah Indonesia.

Artinya, pembentukan KTBI tidak hanya berkaitan dengan satu fasilitas produksi.

Jika proyek pertama berjalan sesuai rencana, model yang sama berpotensi dikembangkan di wilayah lain yang memiliki konsentrasi pabrik kelapa sawit dan sumber POME yang besar.

Di sinilah peluangnya menjadi lebih luas.

Indonesia memiliki ribuan pabrik kelapa sawit yang menghasilkan limbah cair secara terus-menerus. Dengan teknologi pengolahan yang tepat dan tersedianya pasar, POME dapat menjadi salah satu sumber bahan baku energi terbarukan.

Dari CPO ke Energi Terbarukan

Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri sawit Indonesia mulai memasuki tahap baru dalam pemanfaatan sumber daya.

Selama ini perhatian utama industri tertuju pada produksi CPO, kernel, oleokimia, biodiesel dan berbagai produk hilir. Namun pemanfaatan POME untuk menghasilkan biomethane membuka jalur bisnis tambahan.

Dalam model Toyota Tsusho dan KIS Group, nilai ekonomi tidak hanya berasal dari buah sawit, tetapi juga dari limbah yang dihasilkan selama proses pengolahan.

Jika model tersebut dapat diperluas secara komersial, pabrik kelapa sawit berpotensi berkembang menjadi bagian dari ekosistem energi terbarukan nasional.

Bagi Indonesia, manfaatnya juga tidak hanya terkait industri sawit. Proyek ini menghubungkan perkebunan, energi terbarukan, infrastruktur gas dan manufaktur dalam satu rantai bisnis.

Dan bagi KIS Group serta Toyota Tsusho, pembentukan KTBI menjadi langkah penting untuk membawa bisnis biomethane Indonesia ke tahap yang lebih besar.

Dari limbah sawit di Sumatera Selatan, menuju energi untuk industri Jawa Barat—rantai nilai baru ini menunjukkan bahwa masa depan industri sawit tidak hanya berada pada minyaknya, tetapi juga pada energi yang dapat dihasilkan dari proses pengolahannya.

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop