Indonesian Palm Oil (IPO News) – Bisnis HASNUR ditangan generasi kedua semakin maju pesat, salah satunya adalah dibisnis kelapa sawit. Hingga tahun 2025 HASNUR Group memiliki portofolio di perkebunan sawit melalui dua anak usahanya yaitu PT Hasnur Citra Terpadu (HCT) dan PT Barito Putera Plantation (BPP).
HCT memiliki area perkebunan kelapa sawit seluas 9.652 hektar yang berlokasi di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan BPP memiliki areal perkebunan sawit seluas 13.006 hektar yang berlokasi di Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Kedua perusahaan perkebunan ini telah menerapkan teknik budidaya yang tepat dan sesuai dengan ekosistem yang ada. Kedua perusahaan ini juga dianggap sukses menghijaukan lahan tidur yang kurang produktif.
Hingga tahun 2023 HASNUR Group memiliki lahan kelapa sawit yang tertanam seluas 22.650 hektar, sekitar 37% adalah areal perkebunan plasma. Lahan plasma yang dimiliki HCT telah melebihi dari yang ditentukan pemerintah lewat Peraturan Menteri Pertanian No. 26 Tahun 2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. Aturan ini mewajibkan perusahaan sawit mengalokasikan lahan plasma sebesar 20% dari luas perkebunan inti. Jumlah petani plasma yang dibina HCT mencapai 3.200 orang.
HCT memiliki 1 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkapasitas 45 ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam dan bisa ditingkatkan hingga 90 ton TBS per jam. HCT telah menjalankan bisnis kelapa sawit dengan berkelanjutan sesuai standar yang ditetapkan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). HCT adalah perusahaan pertama di Tapin, Kalimantan Selatan yang telah menerima sertifikat ISPO.
Tidak banyak informasi yang diperoleh IPO NEWS terkait berapa jumlah produksi TBS dan CPO nya per tahun. Perusahaan ini sangat tertutup, beberapa kali IPO NEWS menghubungi kantor HASNUR Group untuk memperoleh informasi tentang produksi ril nya, namun selalu tidak terjawab. Menurut perkiraan IPO NEWS yang dihitung dari luas kebun yang tertanam, produksi Tandan Buah Segar (TBS) dan Crude Palm Oil (CPO) HASNUR Group terus meningkat dalam lima tahun terakhir (2020-2024).
Pada tahun 2020 jumlah produksi TBS diperkirakan sebanyak 589.000 ton, tahun 2021 meningkat menjadi 614.000 ton, tahun 2022 meningkat 618.000 ton, tahun 2023 meningkat 628.000 ton dan tahun 2024 diprediksi sebanyak 650.000 ton. Sedangkan produksi CPO pada tahun 2020 diperkirakan sebanyak 111.600 ton, tahun 2021 meningkat menjadi 119.500 ton, tahun 2022 meningkat sebanyak 121.000 ton, tahun 2023 meningkat 125.000 ton dan tahun 2024 diprediksi sebesar 128.000 ton.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting





























