Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah menyelidiki dugaan kasus manipulasi ekspor yang menyeret PT. Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), sebuah group perusahaan raksasa sawit dibawah Indofood Group. Perusahaan ini diduga melakukan ekspor dengan harga di bawah nilai pasar untuk menekan kewajiban pajak sekaligus menyembunyikan keuntungan perusahaan.
Langkah Kejagung tersebut langsung menjadi sorotan karena penyidik juga mendalami aliran pembiayaan serta fasilitas perbankan yang terkait dengan aktivitas ekspor perusahaan. Salah satu bank swasta yang ikut terseret dalam proses pemeriksaan adalah PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
Sebelumnya media-media yang ada di Malaysia juga menyoroti pemberitaan ini, sejumlah media Malaysia seperti The Edge Malaysia, Free Malaysia Today hingga The Star memuat berita ini. Kasus ini mencuat setelah The Star mengutip laporan Bloomberg berjudul “Indonesia authorities question Maybank staff over Salim exports”.
Anang Supriatna, selaku Kapuspenkum Kejaksaan Agung membenarkan adanya proses pendalaman terkait dugaan manipulasi ekspor tersebut. Menurutnya, penyidik saat ini masih mengumpulkan berbagai informasi, termasuk keterkaitan sejumlah lembaga perbankan dalam skema pembiayaan perusahaan.
“Ada pendalaman dalam pemeriksaan terkait itu. Cuma pastinya apa bank-banknya, kita belum tahu. Ada beberapa perusahaan. Iya, sedang didalami,” ujar Anang Supriatna pada Senin 15 Juni 2026.
Mencuatnya kasus ini di tengah perhatian besar pemerintah terhadap tata kelola ekspor minyak sawit nasional. Dugaan manipulasi harga ekspor dinilai dapat merugikan negara karena berpotensi mengurangi penerimaan pajak maupun devisa hasil ekspor.
Informasi yang berkembang diberbagai media, SIMP diduga melakukan praktik ekspor dengan nilai transaksi lebih rendah dibanding harga pasar internasional. Modus seperti ini kerap digunakan untuk mengurangi beban pajak ekspor, namun sekali lagi kasus ini baru dugaan dan belum tentu kebenarannya.
Penyidikan Kejagung ini tidak hanya menyasar aspek administrasi ekspor, tetapi juga mekanisme pendanaan yang digunakan perusahaan. Karena itu, sejumlah pihak dari sektor perbankan ikut dimintai keterangan guna menelusuri aliran transaksi dan pola pembiayaan yang berkaitan dengan aktivitas ekspor sawit tersebut, termasuk di dalamnya penyidikan terhadap Maybank.
Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto serius mengusut dugaan manipulasi ekspor sawit. Ini adalah sinyal kuat bahwa pemerintah mulai memperketat pengawasan terhadap industri kelapa sawit nasional. Sebagai salah satu komoditas andalan Indonesia, sektor sawit selama ini menyumbang devisa besar bagi negara. Namun di sisi lain, praktik manipulasi nilai ekspor dinilai berpotensi merugikan penerimaan negara dalam jumlah besar.
Kini publik menanti langkah Kejagung selanjutnya dalam mengungkap dugaan permainan harga ekspor tersebut. Jika terbukti terjadi pelanggaran hukum, kasus ini bisa menjadi salah satu skandal besar di sektor sawit nasional yang menyeret korporasi group perusahaan sawit besar.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting





























