Indonesian Palm Oil News (IPO News), Kuala Lumpur — Kuala Lumpur Kepong Berhad (KLK) menunjuk Lee Jia Zhang sebagai Chief Executive Officer (CEO) efektif 1 Oktober 2026. Sebelumnya, Lee menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) grup perkebunan dan manufaktur berbasis Malaysia tersebut.
Penunjukan ini merupakan bagian dari transisi kepemimpinan yang dirancang untuk menjaga kesinambungan strategi dan arah operasional KLK. Pengumuman mengenai penunjukan tersebut disampaikan pada 9 September 2026.
Lee Jia Zhang bergabung dengan KLK Group pada April 2010 dan sejak itu menduduki berbagai posisi kepemimpinan di divisi oleokimia dan korporasi. Ia pernah menjabat sebagai Managing Director Palm Oleo Sdn Bhd pada Januari 2017 hingga Desember 2018, sebelum memimpin KLK OLEO sebagai CEO pada April 2022 hingga September 2024.
Ia kemudian menjabat sebagai COO KLK mulai 1 Oktober 2021 dan menjadi direktur eksekutif perusahaan pada Mei 2018.
Berpengalaman di Berbagai Bidang Usaha
Pengalaman Lee mencakup bisnis perkebunan kelapa sawit, oleokimia, kilang minyak nabati, properti, dan kegiatan korporasi. Pengalaman lintas bidang tersebut menjadi bekal untuk memimpin grup yang memiliki kegiatan usaha terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.
Lee meraih gelar master di bidang teknik kimia dari Imperial College, Inggris, serta memiliki kualifikasi profesional sebagai akuntan melalui Institute of Chartered Accountants of Scotland.
Di tingkat industri, Lee juga aktif dalam organisasi yang berkaitan dengan sektor kelapa sawit dan oleokimia Malaysia. Ia menjabat sebagai Chairman ASEAN Oleochemical Manufacturers Group (AOMG), serta menjadi anggota dewan dan sekretaris Malaysian Palm Oil Association (MPOA). Ia juga tercatat sebagai anggota Dewan Pengawas Malaysian Palm Oil Council (MPOC).
Menjaga Arah Strategi KLK
Penunjukan CEO baru menjadi bagian penting dari kesinambungan pengelolaan KLK, terutama karena perusahaan menjalankan bisnis yang mencakup perkebunan kelapa sawit, pengolahan minyak nabati, oleokimia, dan pengembangan properti.
Kepemimpinan baru tersebut akan melanjutkan pengelolaan berbagai segmen usaha dalam menghadapi dinamika harga komoditas, kebutuhan efisiensi operasional, tuntutan keberlanjutan, serta perkembangan pasar produk turunan minyak sawit.
Bagi industri sawit Asia Tenggara, perkembangan kepemimpinan di grup sebesar KLK relevan untuk dicermati karena keputusan strategis perusahaan dapat berkaitan dengan investasi, pengembangan produk hilir, dan penguatan rantai pasok.
Muslim M. Amin, Editor in Chief
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting



























