Marlinton Purba: Pencegahan dan Pemadaman Harus Dilakukan Terus-Menerus
Indonesian Palm Oil News (IPO News), Pelalawan, Riau — PT Musim Mas memperkuat langkah pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau. Upaya perusahaan tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi melalui kesiapsiagaan personel, penguatan sarana pemadaman, patroli, penyediaan sumber air, edukasi masyarakat, hingga kolaborasi dengan pemerintah dan aparat di lapangan.
Langkah tersebut menjadi penting karena Pelalawan merupakan salah satu wilayah yang memiliki kawasan gambut dan menghadapi risiko Karhutla pada musim kemarau. Pemerintah Kabupaten Pelalawan sendiri sebelumnya menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla selama 24 Agustus hingga 6 September 2026. Data BPBD Riau yang menjadi dasar penetapan tersebut mencatat 2.358 hotspot dan 66 firespot sepanjang 1 Januari–24 Agustus 2026, dengan luas lahan terbakar sekitar 1.717,76 hektare di Pelalawan.
Pencegahan Dilakukan Sejak Dini
Manager Humas PT Musim Mas, Marlinton Purba, S.H., menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan secara mendadak ketika musim kemarau sudah tiba. Menurut Marlinton, kondisi geografis Pelalawan membuat wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan Karhutla yang tinggi. Karena itu, upaya pencegahan dan pemadaman perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Pencegahan dan pemadaman harus dilakukan terus-menerus, termasuk upaya pencegahan sejak dini jauh hari sebelum kemarau tiba,” ujar Marlinton.
Pendekatan tersebut dijalankan melalui pelatihan personel, patroli wilayah, penyediaan sarana pemadam, pembangunan sumber air, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak.
Musim Mas juga terlibat dalam kegiatan kolaboratif bersama aparat dan pemerintah daerah. Salah satunya melalui kegiatan patroli Karhutla dan Green Policing bersama Polres Pelalawan, yang turut melibatkan tim Masyarakat Peduli Api perusahaan.
18 Personel Diterjunkan ke Lahan Gambut
Komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui aksi langsung di lapangan, Setelah sebelumnya mengerahkan tim pemadam untuk membantu penanganan Karhutla di Kecamatan Kerumutan pada 24–31 Agustus 2026, tim Musim Mas kemudian bergeser ke Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Tim bergabung dalam proses pemadaman dan pendinginan sejak 31 Agustus hingga 10 September 2026.
Di Rantau Baru, Musim Mas mengerahkan 18 personel untuk bergabung bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD dan unsur lainnya.
Marlinton Purba turun langsung ke lokasi pada 10 September 2026 untuk memberikan dukungan kepada tim perusahaan. Ia menekankan bahwa penanganan lahan gambut membutuhkan perhatian khusus karena api maupun bara dapat berada di bawah permukaan dan kembali muncul apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara optimal.
“Tetap semangat membantu pemadaman dan pendinginan bersama TNI, Polri, BPBD dan seluruh tim di lapangan,” pesan Marlinton kepada personel.
Diperkuat Sarana Pemadaman
Untuk mendukung 18 personel tersebut, Musim Mas menyiapkan satu unit mobil double cabin dan berbagai peralatan pemadaman.
Peralatan yang dikerahkan antara lain empat mesin mini tracker, tiga mesin 30 HP, selang hisap 2 dan 3 inci, berbagai ukuran selang buang, nozzle, alat hisap mini tracker, empat unit HT, dua gepyok, dua suntikan gambut, serta perlengkapan keselamatan berupa enam set pakaian damkar.
Kelengkapan tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kesiapan personel sekaligus dukungan peralatan yang memadai, khususnya ketika tim harus bekerja di kawasan gambut dengan kondisi medan yang menantang.
Kolaborasi Menjadi Kunci
Menurut data Indonesian Palm Oil News (IPO NEWS), langkah yang dilakukan Musim Mas memperlihatkan bahwa penanganan Karhutla di wilayah perkebunan dan kawasan rawan tidak hanya bergantung pada pemadaman ketika api muncul.
Pencegahan dini, kesiapan tim, ketersediaan sumber air, patroli, edukasi masyarakat serta kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kebakaran.
Bagi industri sawit, pendekatan seperti ini juga memiliki arti strategis. Pencegahan Karhutla tidak hanya berkaitan dengan perlindungan lingkungan dan masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan kegiatan perkebunan serta mengurangi risiko gangguan operasional akibat kebakaran.
Dengan pengerahan tim dari Kerumutan hingga Rantau Baru, Musim Mas menunjukkan keterlibatan langsung dalam mendukung penanganan Karhutla di Pelalawan. Upaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kerja sama antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan serta masyarakat dalam menghadapi ancaman Karhutla, terutama di wilayah yang memiliki ekosistem gambut.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting
























