RSPO Soroti Kebakaran di Indonesia, Tegaskan Larangan Pembukaan Lahan dengan Api

RSPO

Indonesian Palm Oil News (IPO News), Jakarta — Dilansir IPO NEWS dari pernyataan resmi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) tertanggal 21 September 2026, RSPO menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Kebakaran tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap masyarakat, kesehatan, satwa liar, lingkungan dan mata pencaharian.

RSPO menyatakan timnya terus memantau perkembangan kebakaran menggunakan teknologi berbasis satelit, termasuk Hotspot Hub dan FireWatch. Sistem tersebut digunakan untuk memantau titik panas, memverifikasi kejadian kebakaran di dalam maupun sekitar konsesi bersertifikat, serta mendukung koordinasi dengan anggota RSPO di lapangan.

Menurut RSPO, anggotanya di berbagai wilayah menghadapi tantangan dalam merespons kebakaran. Prioritas utama mencakup perlindungan masyarakat dan pekerja, pengendalian kebakaran, serta kerja sama dengan pemerintah, organisasi konservasi dan berbagai pihak terkait untuk melindungi kawasan yang rentan, termasuk habitat orangutan dan kawasan konservasi.

RSPO Tegaskan Larangan Penggunaan Api

Salah satu poin penting dalam pernyataan tersebut adalah penegasan RSPO bahwa standar RSPO secara tegas melarang penggunaan api untuk pembukaan, pembersihan maupun persiapan lahan. Namun, RSPO juga menegaskan bahwa kebakaran dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor alami maupun aktivitas manusia. Karena itu, setiap kejadian perlu diverifikasi untuk mengetahui penyebab dan lokasi kebakaran sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut.

Ketentuan tersebut menjadi bagian penting dari upaya RSPO dalam mendorong praktik perkebunan kelapa sawit yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat pencegahan kebakaran di tingkat lapangan.

Respons Anggota RSPO di Sekitar Konsesi

RSPO menyebutkan bahwa anggota diharapkan memberikan respons terhadap kebakaran yang terjadi dalam radius sekitar 2 kilometer dari batas konsesi. Dalam praktiknya, dukungan anggota RSPO bahkan dapat diberikan melampaui radius tersebut, terutama ketika masyarakat dan kawasan konservasi di sekitar perkebunan membutuhkan bantuan.

Selain penanganan kebakaran, standar RSPO juga memperhatikan keselamatan pekerja ketika terjadi kabut asap. Anggota diwajibkan memantau kualitas udara dan menyesuaikan kegiatan lapangan dengan kondisi yang ada. Jika tingkat polusi meningkat, pekerjaan berat dapat dihentikan dan perlindungan pernapasan harus disediakan bagi pekerja.

Teknologi Satelit Perkuat Pemantauan

Melalui Hotspot Hub, RSPO menyediakan informasi mengenai titik panas dan potensi kebakaran, termasuk lokasi yang berada di dalam maupun di sekitar konsesi. Informasi tersebut membantu anggota melakukan investigasi dan mengambil tindakan lebih cepat.

RSPO menjelaskan bahwa data titik panas yang digunakan berasal dari sistem FIRMS milik NASA dan melalui proses penyaringan untuk mengurangi kemungkinan munculnya alarm palsu.

Menurut data Indonesian Palm Oil News (IPO NEWS), penguatan sistem pencegahan dan respons kebakaran menjadi semakin penting bagi industri sawit Indonesia, terutama dalam menjaga keberlanjutan perkebunan, melindungi masyarakat serta mempertahankan kepercayaan pasar internasional terhadap produk sawit Indonesia.

RSPO juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas tanggap darurat, relawan dan berbagai organisasi yang terus bekerja untuk melindungi masyarakat, lingkungan dan satwa liar selama kondisi kebakaran berlangsung.

Pernyataan RSPO tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya deteksi dini, respons cepat dan kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah serta organisasi lingkungan dalam menghadapi risiko kebakaran di kawasan perkebunan dan sekitarnya.

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop