TSE Group Alokasikan 20% HGU Untuk Kebun Plasma Masyarakat Adat Papua

TSE Group

Indonesian Palm Oil News (IPO News), Merauke — Tunas Sawa Erma (TSE) Group melalui PT Papua Agro Lestari (PAL) memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan kebun plasma berbasis masyarakat adat di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

PAL mengalokasikan 20% dari areal Hak Guna Usaha (HGU) kepada Koperasi Serba Usaha Inggyash Ghuzi untuk pembangunan kebun plasma. Program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan kemitraan perkebunan sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Yang menarik, pembangunan kebun plasma ini menggunakan pola kelola mandiri, sehingga koperasi dan masyarakat adat memiliki peran aktif dalam pembangunan serta pengelolaan kebun.

HGU KINI DIMILIKI KOPERASI

Proses peralihan HGU dilakukan dengan mengedepankan prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC) atau Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan. Proses tersebut difasilitasi oleh konsultan independen AZ Law Office Conflict Resolution Center.

TSE Group menyatakan bahwa masyarakat telah memberikan persetujuan terhadap proses peralihan HGU untuk pembangunan kebun plasma. Selanjutnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menerbitkan persetujuan peralihan HGU dari PT Papua Agro Lestari. Dengan diterbitkannya keputusan dan sertifikat HGU tersebut, Koperasi Inggyash Ghuzi kini memiliki HGU untuk pengembangan kebun plasma.

TSE GROUP: KOMITMEN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Dalam pernyataan resminya pada 14 Agustus 2026, manajemen TSE Group menegaskan bahwa PT Papua Agro Lestari akan terus mendukung pembangunan masyarakat secara berkelanjutan melalui program Corporate Social Contributions (CSC).

Manajemen TSE Group menyatakan:

“PT Papua Agro Lestari akan terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan masyarakat secara berkelanjutan melalui program Corporate Social Contributions (CSC).” Manajemen TSE Group juga menegaskan bahwa komitmen tersebut merupakan bagian dari filosofi perusahaan untuk membangun hubungan yang harmonis, bermanfaat dan berkelanjutan dengan masyarakat serta para pemangku kepentingan, demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

TARGET PENGEMBANGAN SEKITAR 3.700 HEKTARE

Koperasi Inggyash Ghuzi memiliki HGU seluas sekitar 4.607,2 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 3.755 hektare direncanakan untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit, sementara sekitar 852 hektare dipertahankan sebagai kawasan Nilai Konservasi Tinggi (NKT).

Pembangunan kebun dilakukan secara bertahap. Masyarakat menargetkan sekitar 500 hektare pada tahun pertama, kemudian dilanjutkan pada tahun kedua dan ketiga hingga mencapai sekitar 3.700 hektare.

Program tersebut melibatkan masyarakat dari sembilan marga di Distrik Ulilin dan diharapkan menjadi bagian dari penguatan peran masyarakat adat dalam perekonomian sawit di Papua Selatan.

MODEL KEBUN PLASMA KELOLA MANDIRI

Model kelola mandiri memberikan ruang yang lebih besar bagi koperasi untuk terlibat langsung dalam pembangunan dan pengelolaan kebun. Koperasi tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki peran dalam kegiatan operasional perkebunan bersama mitra pelaksana yang telah ditunjuk, yaitu PT Bina Papua Luhurkarya (BPL).

BPL akan mendukung pembangunan dan pengelolaan kebun dengan menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan Best Management Practices (BMP). Model tersebut diharapkan dapat membangun aset perkebunan sekaligus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

MEMPERKUAT EKONOMI MASYARAKAT

Bagi TSE Group, pembangunan kebun plasma ini merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang berkelanjutan dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Program tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat adat untuk berperan lebih aktif dalam rantai nilai industri kelapa sawit sekaligus memperoleh manfaat dari pengembangan aset perkebunan dalam jangka panjang.

Menurut data Indonesian Palm Oil News (IPO NEWS), perkembangan Koperasi Inggyash Ghuzi menarik untuk dicermati karena menggabungkan tiga aspek penting, yaitu kepemilikan HGU oleh koperasi, keterlibatan masyarakat adat, dan model pengelolaan kebun secara mandiri.

Dengan telah diterbitkannya sertifikat HGU atas nama Koperasi Inggyash Ghuzi, tahapan selanjutnya adalah pembangunan kebun secara bertahap menuju target sekitar 3.700 hektare.

Bagi TSE Group, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengembangkan bisnis sawit yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Papua Selatan.

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop