Indonesian Palm Oil News (IPO News) – “Penyelenggaraan acara bergengsi yang bertajuk Nusantara Livestock and Poultry (NLP) Expo pada 2025 yang kami selenggarakan berlangsung sukses dan mendapat apresiasi yang sangat positif dan menggembirakan dari para pengusaha dan stakeholder di industri pertanian. Karena itu, kami mengulangi kesuksesan penyelenggaraan itu di tahun ini melalui peluncuran NLP EXPO 2026. Acara NLP Expo 2026 akan kami selenggarakan pada 4-7 November 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan, ujar Rafidi Iqra Muhammad, Direktur Debindo Global Expo kepada IPO News di sela-sela acara peluncuran NLP 2026 yang berlangsung di Jakarta belum lama ini.
Ucapan Rafidi ini bukan isapan jempol belaka. Dari buku yang dibagikan panitia kepada IPO News mengabarkan begini, Penyelenggaraan NLP Expo pada 2025 yang lalu menegaskan sebagai ajang titik temu strategi bagi pelaku industri peternakan dan unggas di Indonesia. Dalam empat hari penyelenggaraan itu, tercatat sebanyak 7.814 pengunjung hadir dan berpartisipasi aktif. Hal ini mencerminkan tingginya kebutuhan industri akan ruang yang mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem.
Dari pengamatan IPO News, peluncuran NLP Expo 2026 kali ini yang berlangsung di hotel Westin Kuningan dihadiri banyak tamu dari berbagai kalangan, dan pemangku kepentingan termasuk tamu-tamu VIP. Ruangan Ballroom penuh oleh para tamu undangan.
Dari pihak pemerintah juga hadir di acara ini, dua diantaranya adalah Dr. drh. Nuryani Zainuddin, M.Si., Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian dan Nelson Metubun SP. MP, Direktur Pestisida Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian.
Dalam sambutannya, Rafidi mengatakan, “Diselenggarakannya kembali acara NLP Expo pada tahun 2026 ini merupakan wujud komitmen Debindo kepada seluruh pemangku kepentingan. Juga, merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam memperkuat daya saing industri peternakan nasional.”
Menurut Rafidi, kolaborasi lintas sektor yang didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan industri ke depan.
Selanjutnya Rafidi mengatakan, sinergi dengan berbagai Kementerian, asosiasi dan mitra strategis serta para pemangku kepentingan diharapkan mampu mendorong penguatan ekosistem industri peternakan secara menyeluruh.
Saat IPO News berkeliling ruangan Ballroom, IPO News menjumpai salah satu pengusaha peternakan yang tidak mau disebut namanya.
“Bagi saya, ajang NLP Expo tahun lalu maupun NLP Expo tahun ini yang akan diselenggarakan beberapa bulan yang akan datang memberikan pelajaran yang mahal, berharga dan bermanfaat buat saya.”
Berkaitan dengan dunia peternakan, Ketua IV Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Asrokh Nawawi dalam sambutannya mengatakan, Indonesia siap melangkah lebih maju dalam industri peternakan. Karena itu, NLP Expo 2026 hadir sebagai wadah kolaborasi yang menyatukan pelaku dari hulu ke hilir, mulai dari peternak, penyedia teknologi, hingga industri pendukung.
“Dengan dukungan inovasi, pengembangan genetika unggul, serta penguatan hilirisasi,” ujar Asrokh Nawawi.
“Saya optimis, sektor peternakan akan semakin kuat sebagai pilar ketahanan pangan nasional sekaligus mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” ujarnya lebih lanjut.
Kepada IPO News, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dr. drh. Nuryani Zainuddin, M.Si. mengatakan, kegiatan NLP Expo 2026 sangat bagus dan bermanfaat. Karena, acara ini untuk memperkenalkan terkait industri peternakan dan kesehatan hewan yang saat ini lagi bertumbuh dan berkembang di Indonesia seiring dengan rencana swasembada protein, khususnya protein hewan.
Selanjutnya ia berharap, bahwa NLP Expo 2026 ini dapat menjadi platform strategi untuk mendorong kolaborasi, pertukaran informasi serta pengembangan teknologi di sektor peternakan, sekaligus memperluas akses pasar dan kemitraan usaha.
“Melalui NLP Expo 2026 ini, kami ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki akses terhadap informasi, teknologi dan peluang investasi guna mendorong pertumbuhan sektor peternakan secara berkelanjutan,” pungkas Nuryani.
Dari data yang IPO News telusuri, NLP Expo 2026 berfokus pada inovasi teknologi kandang, pakan, kesehatan hewan dan pengolahan hasil ternak. Fokus ini bertujuan untuk mendukung swasembada pangan nasional dan memperkuat ekosistem peternakan dari hulu ke hilir.
Adapun cakupan NLP Expo 2026 ini meliputi beberapa cakupan. Cakupan pertama adalah Peternakan dan unggas: produksi unggas komersial, kambing, domba dan sapi.
Cakupan kedua adalah kandang dan peralatan: teknologi sistem kandang tertutup, manajemen limbah dan peralatan otomatis.
Cakupan ketiga adalah pakan dan nutrisi: teknologi pakan fermentasi, suplemen dan probiotik.
Cakupan keempat adalah kesehatan hewan: vaksinasi otomatis, sistem monitoring kesehatan IoT (Internet of Things), dan biosecurity.
Cakupan kelima adalah logistik dan pengolahan: mesin pengolahan daging/telur dan transportasi ternak.
Tak sekedar menjadi ajang pameran, NLP Expo 2026 juga menghadirkan rangkaian program pendukung yang dikelas secara dinamis, mulai dari forum diskusi dan seminar industri, sesi pertukaran ilmu pengetahuan dan informasi bersama praktisi dan pakar. Juga, demonstrasi teknologi peternakan secara langsung, hingga agenda business matching yang membuka peluang kemitraan strategi bagi para pelaku usaha.
Pada peluncuran NLP Expo 2026 ini dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Debindo dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), serta Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI).
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting





























