Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mengantongi data 10 group perusahaan kelapa sawit yang diduga melakukan manipulasi nilai ekspor atau under-invoicing dalam perdagangan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Temuan tersebut berasal dari pengambilan sampel acak terhadap perusahaan-perusahaan eksportir CPO terbesar di Indonesia.
Hal itu terungkap saat Purbaya menjawab pertanyaan wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026). Purbaya mengaku diundang makan siang bersama Presiden Prabowo Subianto.
Saat ditanya topik yang akan dibahas dalam agenda tersebut, Purbaya enggan menjawab detil, Purbaya hanya mengaku membawa nama perusahaan sawit “nakal”, jika Presiden Prabowo Subianto bertanya nantinya.
Modus yang dilakukan oleh group perusahaan sawit raksasa tersebut adalah praktik ekspor sawit (CPO) dari Indonesia ke Singapura yang diekspor kembali ke Amerika Serikat dan negara lain dengan manipulasi harga (under invoicing) adalah skema menghindari pajak dan pelarian modal. Eksportir menjual komoditas sawit ke anak perusahaan sendiri di Singapura dengan harga sangat rendah, kemudian menjualnya ke Amerika Serikan dan beberapa negara didunia dengan harga pasar.
Sampai saat ini Menteri Purbaya belum mengungkap siapa saja nama group perusahaan raksasa tersebut, namun menurut penelusuran majalah Indonesian Palm Oil News (IPO NEWS), menemukan beberapa raksasa sawit Indonesia yang memiliki kantor pusat di Singapura, sekaligus memiliki anak perusahaan yang berbasis di Singapura.
Penyebutan nama group perusahaan raksasa sawit yang memiliki kantor pusat di Singapura ini, tidak ada kaitannya dengan masalah diatas. IPO NEWS hanya menyampaikan ternyata ada group perusahaan raksasa sawit yang mengendalikan bisnis sawitnya dari Singapura, bahkan diantara mereka ada yang terdaftar di bursa Singapura, sementara di bursa Indonesia tidak terdaftar.
Pertama, Musim Mas Group (MMG). Perusahaan ini didirikan pada 21 Juni 1972. Pendiri dan pemegang sahamnya adalah Mr. Bachtiar Karim, Mr. Bachrudin Karim, Mr. Burhan Karim, Mr. Bahari Karim dan Mrs. Mikie Wijaya.
MMG adalah perusahaan kelapa sawit yang terintegrasi dari hulu ke hilir yang telah mendunia, menguasai luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia lebih dari 200.000 ha yang tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kalimantan. MMG adalah pemilik pengilangan minyak sawit dan oleokimia terbesar di dunia.
Di Indonesia, MMG memiliki 16 pabrik kelapa sawit (PKS) dengan produksi CPO sebanyak 1.000.000 ton per tahun dan Palm Kernel (PK) sebanyak 250.000 ton per tahun. Memiliki 7 pabrik minyak goreng dengan kapasitas produksi 6.87 juta ton.
MMG berkantor pusat di Singapura dengan jaringan pemasaran lebih dari 80 negara di seluruh dunia. Melalui anak usahanya, Inter-Continental Oil and Fats (ICOF) mengirimkan produk minyak kelapa sawit berkualitas tinggi ke berbagai destinasi dunia. ICOF memiliki kantor cabang di Asia, China, Eropa dan Amerika Utara, Jerman, India, Italia, Malaysia, Spanyol, Amerika Serikat, Inggris, Vietnam, sekaligus memiliki pelabuhan pelabuhan utama di negara tersebut, sehingga memastikan pengiriman logistik dilakukan secara tepat waktu dan efisien.
Menurut penelusuran IPO NEWS, MMG memiliki kantor pusat di Singapura yang beralamat di 150 Beach Road, Level 24, Gateway West, Singapura 189720
Kedua, Wilmar Group. Perusahaan ini melalui anak usahanya PT. Wilmar Nabati Indonesia, awalnya perusahaan ini bernama PT Bukit Kapur Reksa, berdiri pada tahun 1988 di Medan. Pada tahun 1999 namanya diganti menjadi PT Wilmar Nabati Indonesia sekaligus sahamnya dikuasai oleh Wilmar Holdings Pte Ltd dan Tradesound Investments Limited. Pada tahun 2011, saham perusahaan ini di kontrol oleh TradeZound Investments Limited (33.535.000 saham) dan Wilmar International Limited (1.765.000 saham).
WILMAR adalah perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia dan di dunia yang berbasis di Singapura. Luas lahan kelapa sawit yang dikuasai di Indonesia mencapai 320.000 ha yang tersebar di Sumatera, Kalimantan hingga ke Papua. Luas lahan yang tertanam mencapai 275.000 ha, terdiri dari kebun inti seluas 190.000 ha dan kebun plasma seluas 85.000 ha, sehingga WILMAR mampu memproduksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 2,7 juta ton per tahun dan produksi CPO mencapai 1,4 juta ton per tahun, selain itu WILMAR juga membeli TBS dan CPO dari pihak ketiga sehingga mampu mengolah TBS sebanyak 5,7 juta ton per tahun dengan produksi CPO sebanyak 2,6 juta ton per tahun.
Menurut penelusuran IPO NEWS, Wilmar Group berkantor pusat di Singapura dengan alamat Singapore Corporate Office, 28 Biopolis Road, Singapore 138568. Wilmar tercatat terdaftar di Bursa Singapura.
Ketiga, Bumitama Gunajaya Agro Group (BGA Group). Perusahaan ini didirikan pada tahun 2005 oleh Mr. Liem Haryanto Wijaya. BGA Group atau BUMITAMA AGRI LTD, adalah perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia dan di dunia dengan landbank yang dimiliki seluas 234.000 hektar. Hingga tahun 2024 BGA memiliki lahan sawit yang tertanam seluas 187.021 hektar, dengan perincian di Riau seluas 2.000 hektar. Di Kalimantan Barat 80.000 hektar dan Kalimantan Tengah 105.000 hektar. Total tanaman sawit yang telah menghasilkan (mature) seluas 124.408 hektar (inti) seluas 62.623 hektar (plasma).
Menurut penelusuran IPO NEWS, BGA Group berkantor pusat di Singapura dengan alamat di 10 Anson Road, #11-19 International Plaza, Singapore 079903.
Keempat, First Resources, perusahaan ini memiliki anak usaha PT. Ciliandra Perkasa yang didirikan pada Juli 1992. Pendiri dan pemegang sahamnya adalah Mr. Martias, Mr. Ir. Teguh Patriawan, Mr. Usman Abubakar, Mr. Hariara Simanjuntak dan Mr. Roman Simatupang.
Saat ini saham PT. Ciliandra Perkasa dikontrol oleh First Resources Limited (Singapore) dan PT Fangiono Perkasa Sejati (Indonesia).
First Resources Group (FRG) yang berbasisis di Singapura adalah perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia dan didunia. Pada tahun 2025 total lahan sawit yang dimiliki seluas 215.128 hektar, terdiri dari kebun inti seluas 178.854 hektar dan kebun plasma seluas 36.274 hektar. Perkebunan sawitnya tersebar di Pekanbaru, Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. FRG juga memiliki perkebunan karet seluas 6.321 hektar.
Hingga tahun 2025 tanaman sawit yang telah menghasilkan seluas 194.364 hektar, terdiri dari kebun inti seluas 158.931 hektar dan kebun plasma seluas 35.433 hektar. FRG juga memiliki lahan sawit yang belum menghasilkan seluas 19.923 hektar.
Menurut penelusuran IPO NEWS, First Resources Group berkantor pusat di Singapura dengan alamat di 8 Temasek Boulevard, #36-02 Suntec Tower Three, Singapore 038988.
Kelima, Kencana Agri Group.adalah perusahaan kelapa terkemuka di Indonesia dan di dunia. Lahan yang dikuasai mencapai 188.784 hektar yang tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Induk usaha ini adalah Kencana Agri Limited yang dimiliki oleh keluarga Maknawi yang berbasis di Singapura dan telah terdaftar di bursa saham Singapura.
Keluarga kaya raya ini telah menjalankan bisnis kelapa sawit dengan baik dan standar tinggi. KENCANA AGRI Group bergerak dibidang budidaya kelapa sawit, pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO), Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan Palm Kernel (PK).
Hingga tahun 2025, Kencana Agri Group memiliki lahan sawit seluas 67.855 hektar, terdiri dari perkebunan inti seluas 51.283 hektar dan perkebunan plasma 16.602 hektar.
Menurut penelusuran IPO NEWS, Kencana Agri Group berkantor pusat di Singapura dengan alamat di 36 Armenian Street, #03-02, Singapore 1799934
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting





























