Cargill dan PT. Hindoli Memiliki 4 Anak Usaha Dengan Produksi TBS, CPO dan PK Terbesar

Cargill, Hindoli
Image: AI-generated

Indonesian Palm Oil News (IPO News) – CARGILL Group adalah perusahaan kelapa sawit kelas dunia dengan jaringan pemasaran hingga ke Asia, Amerika Serikat, Afrika dan Eropa. Bisnis kelapa sawitnya semakin berkembang setelah membeli 30% saham Temasek di Cargill Tropical Palm Holdings Pte Lte (CTP). CTP adalah unit bisnis perkebunan sawit Cargill, berbasis di Singapura, yang didirikan tahun 2005 sebagai usaha patungan 70:30 antara Cargill dan Temasek.

Hingga Desember 2025, CARGILL Group menguasai lahan kelapa sawit di Indonesia ditaksir seluas 82.000 hektar dan yang telah tertanam ditaksir lebih dari 55.000 hektar. Perkebunan sawitnya tersebar di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, serta Lampung dan Bengkulu.

Group ini memiliki karyawan sebanyak 12.000 orang dan bekerjasama dengan 26.500 mitra lokal atau petani kelapa sawit di sekitar kebun perusahaan CARGILL Group adalah anggota RSPO sejak tahun 2004 dan sebagian besar perkebunan sawitnya telah menerima sertifikat Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO). Tidak hanya itu petani plasma di PT. HINDOLI juga telah menerima sertifikat resmi untuk pasokan kelapa sawit yang berkelanjutan berdasarkan standar International Sustainability and Carbon Sertification (ISCC) dari Uni Eropa.

Terakhir tahun 2024 lalu CARGILL memberikan penghargaan RSPO pertamanya kepada kelompok petani kecil mandiri, Perkumpulan Petani Mitra Harapan (PPMH), di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

PPMH memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada tahun 2023, menerima premi RSPO atas kemampuannya memenuhi standar lingkungan dan sosial yang ketat, sekaligus menandai pengiriman fisik pertama Tandan Buah Segar (TBS) bersertifikat di Indonesia dan penyerahan premi kepada pabrik bersertifikat RSPO.

CARGILL memiliki 19 anak usaha dalam menunjang kegiatannya. Menurut penelusuran Indonesian Palm Oil News (IPO News) dari data Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dari 19 anak usaha itu ada 4 anak usaha yang memiliki produksi TBS, CPO dan PK Tertinggi, yaitu:

Pertama, PT Hindoli. Pada tahun 2024 Hindoli yang memiliki lahan perkebunan seluas 17.461 hektar ini memiliki produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebanyak 440.645 ton, produksi Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 151.963 ton dan produksi Palm Kernel (PK) sebanyak 13.750 ton.Tahun 2025 produksi Hindoli di prediksi meningkat 11 persen. Hindoli memiliki 4 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkapasitas 240 ton TBS per jam.

Kedua, PT Andes Agro Investama (AGI). Pada tahun 2024 AGI yang memiliki lahan perkebunan seluas 8.869 hektar ini memiliki produksi TBS sebanyak 216.000 ton, produksi CPO sebanyak 90.900 ton dan PK sebanyak 17.500 ton. Tahun 2025 produksi AGI di prediksi meningkat 9 persen. AGI memiliki 2 unit PKS berkapasitas 120 ton TBS per jam.

Ketiga, PT Harapan Sawin Lestari (HSL). Pada tahun 2024 HSL yang memiliki lahan perkebunan seluas 12.699 hektar ini memiliki produksi TBS sebanyak 156.000 ton, produksi CPO sebanyak 41.800 ton dan produksi PK sebanyak 9.500 ton. Pada tahun 2025 produksi HSL di prediksi meningkat 11 persen. HSL memiliki 1 unit PKS berkapasitas 60 ton TBS per jam.

Keempat, PT Ayu Sawit Lestari (ASL). Pada tahun 2024 ASL yang memiliki lahan perkebunan seluas 5.001 hektar ini memiliki produksi TBS sebanyak 91.600 ton, produksi CPO sebanyak  20.600 dan produksi PK sebanyak 9.500 ton. Pada tahun 2025 produksi ASL di prediksi meningkat 10 persen. ASL memiliki 1 unit PKS berkapasitas 60 ton TBS per jam

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Informasi

Jaringan Media

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop