Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Salah satu group perusahaan sawit yang memiliki kinerja yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir (2021-2025) adalah First Resources Group (FRG). Sepanjang tahun 2025, Group perusahaan ini sukses membukukan pendapatan sebesar US$ 1,66 miliar dengan laba bersih sebesar US$ 353,9 juta. Kinerja tahun 2025 ini meningkat pesat dibanding dengan kinerja tahun 2024 yang membukukan pendapatan sebesar US$ 1,04 miliar dengan laba bersih sebesar US$ 245,8 juta.
FIRST RESOURCES GROUP (FRG) yang berbasis di Singapura adalah perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia dan didunia. Pada tahun 2025, total lahan sawit yang dimiliki seluas 215.128 hektar, terdiri dari kebun inti seluas 178.854 hektar dan kebun plasma seluas 36.274 hektar. Perkebunan sawitnya tersebar di Pekanbaru, Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. FRG juga memiliki perkebunan karet seluas 6.321 hektar.
Hingga tahun 2025 tanaman sawit yang telah menghasilkan seluas 194.364 hektar, terdiri dari kebun inti seluas 158.931 hektar dan kebun plasma seluas 35.433 hektar. FRG juga memiliki lahan sawit yang belum menghasilkan seluas 19.923 hektar.
Heboh terkait ada 10 perusahaan yang melakukan under-invoicing, nama FRG sempat disebut sebut juga ikut terseret dalam kasus ini, namun belum terkonfirmasi.
Menurut Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dia telah mengantongi data 10 group perusahaan kelapa sawit yang diduga melakukan manipulasi nilai ekspor atau under-invoicing dalam perdagangan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).
Hal itu terungkap saat Purbaya menjawab pertanyaan wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026). Modus yang dilakukan oleh group perusahaan sawit raksasa tersebut adalah praktik ekspor sawit (CPO) dari Indonesia ke Singapura yang diekspor kembali ke Amerika Serikat dengan manipulasi harga (under-invoicing).
Saat Purbaya ditanya wartawan mengenai FRG apakah terlibat dalam kasus under-invoicing, Purbaya enggan memberikan penjelasan lebih lanjut.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting





























