Austindo Nusantara Jaya (ANJT) Tutup Tiga Anak Usahanya

Austindo Nusantara Jaya
Sumber foto: Austindo Nusantara Jaya

Indonesian Palm Oil News (IPO News) – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menutup tiga anak usahaannya, yakni PT Austindo Nusantara Jaya Bogor, PT ANJ Agri Papua, dan PT Gading Mas Indonesia Teguh. Pembubaran ketiga anak usaha pada akhir 2025 tersebut dinilai tidak berdampak material terhadap kinerja group.

Menurut Hilman Lukito selaku Direktur/Sekretaris Perusahaan ANJT, keputusan manajemen untuk menghentikan kegiatan ketiga anak usaha tersebut merupakan bagian dari penyesuaian strategi jangka panjang ANJT yang ingin fokus pada kompetensi inti di bidang perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, berdasarkan evaluasi kinerja operasional dan keuangan, ketiga anak usaha tersebut tidak menunjukkan perbaikan kinerja yang memadai dalam jangka waktu yang panjang, sehingga dipandang tidak lagi sejalan dengan arah strategi perseroan.

Dia mengungkapkan, kontribusi ketiganya terhadap pendapatan konsolidasi ANJT kurang dari 3 persen dalam tiga tahun terakhir. Dengan kata lain, entitas anak tersebut tidak berdampak material terhadap pendapatan, aset, maupun laba rugi ANJT.

Khusus ANJ Papua, langkah ini menjadi bagian dari rencana perseroan melepas bisnis segmen sagu. ANJ Papua beroperasi di Sorong Selatan, Papua yang memproduksi kelapa sawit dan sagu.

Di samping itu, penutupan juga tidak memiliki dampak material dari sisi hukum dan reputasi, termasuk kepada investor, karyawan, maupun pihak ketiga terkait lainnya. Perseroan, kata dia, berkomitmen memenuhi kewajiban kontraktual yang berlaku.

Hilman juga berharap penutupan ketiga anak usaha tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan profitabilitas ANJT ke depan.

Menurut penelusuran majalah IPO NEWS, sebelum diakuisisi oleh First Resources Limited pada Maret 2025, kinerja ANJT pada tahun 2024  terlihat menurun dibanding tahun tahun sebelumnya dan banyak yang tidak mencapai target. Dari target produksi TBS tahun 2024 sebanyak 933.602 ton, ANJT hanya mampu mencatat produksi 777.615 ton, sedangkan produksi CPO dengan target sebanyak 324.043 ton, yang tercapai sebesar 245.395 ton, sedangkan produksi Palm Kernel (PK), dari target sebanyak 2.220 ton yang tercapai hanya sebesar 1.121 ton

Hal yang sama juga terjadi dengan pendapatannya. Menurut pengamatan IPO NEWS dalam empat tahun terakhir (2022-2025) pendapatan ANJT terlihat terus menurun. Pada tahun 2022 ANJT sukses membukukan pendapatan sebesar US$ 269,16 juta, menurun ditahun 2023 sebesar US$ 237,56 juta, menurun lagi ditahun 2024 sebesar US$ 236,81 juta dan hingga September 2025 sebesar US$ 187,79 juta.

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Informasi

Jaringan Media

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop