Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Sejak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan ada 10 Group perusahaan sawit diduga melakukan kecurangan ekspor CPO, industri sawit Indonesia kembali menjadi sorotan di tengah mencuatnya dugaan praktik under-invoicing dan transfer pricing pada group perusahaan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil). Dugaan ini berkaitan dengan pola penjualan melalui perusahaan perdagangan luar negeri dengan harga lebih rendah, sebelum dijual kembali ke negara tujuan akhir dengan harga lebih tinggi.
Dari 10 nama group perusahaan tersebut, menteri Purbaya menyebut beberapa nama secara jelas, diantaranya adalah Wilmar Group, Musim Mas Group, serta yang sedang diselidiki Salim Group dan Sinar Mas Group. Ada juga group perusahaan sawit yang melakukan transaksi afiliasi yaitu penjualan CPO dengan perusahaannya sendiri diluar negeri.
Dana sawit yang hilang sebesar Rp 16.000 triliun selama 30 tahun disampaikan oleh Menteri Pertanian Amran Sulaimaan pada satu kesempatan bertemu dengan para mahasiswa. “Para mahasiswa sebagai penerus bangsa ini harus tahu, berkat under-invoicing dan transfer pricing negara dirugiakan Rp 16.000 triliun selama 30 tahun” Apakah kalian semua tidak marah, imbuhnya.
Majalah Indonesian Palm Oil News (IPO News) mencoba menelusuri pendapatan perusahaan sawit terbesar di Indonesia dalam lima tahun terakhir (2021-2025), seperti tergambar dibawah ini.
Wilmar Group sukses membukukan pendapatan sebesar US$ 65,79 miliar ditahun 2021, tahun 2022 meningkat US$ 73,39 miliar, tahun 2023 turun US$ 67,15 miliar, tahun 2024 meningkat US$ 67,37 miliar dan tahun 2025 meningkat US$ 70,41 miliar.
Sinar Mas Group melalui SMART Tbk sukses membukukan pendapatan sebesar Rp 57 triliun, tahun 2022 meningkat Rp 75,04 triliun, tahun 2023 turun Rp 66,53 triliun, tahun 2024 meningkat lagi Rp 78,83 triliun dan tahun 2025 meningkat pesat menjadi Rp 86,95 triliun
Salim Group melalui PT Salim Ivomas Pratama membukukan pendapatan Rp 19,66 triliun ditahun 2021, tahun 2022 sebesar Rp 17,79 triliun, tahun 2023 Rp 16,00 triliun, tahun 2023 Rp 15,96 triliun dan tahun 2025 Rp 21,06 triliun.
Musim Mas Group bukan perusahaan terbuka dan tidak melaporkan keuangannya kepada publik. Namun prediksi IPO News, pendapatan Musim Mas berada dibawah Sinar Mas Group. Menurut prediksi IPO News, pendapatan Musim Mas ditahun 2021 diprediksi sebesar Rp 45 triliun, tahun 2022 diprediksi Rp 47 triliun, tahun 2023 diprediksi Rp 49 triliun, tahun 2024 diprediksi Rp 52 triliun dan tahun 2025 diprediksi Rp 54 triliun.
Sawit Sumbermas Sarana Tbk sukses membukukan pendapatan Rp 5,20 triliun ditahun 2021, tahun 2022 meningkat pesat Rp 11,24 triliun, tahun 2023 turun Rp 10,70 triliun, tahun 2024 Rp 10,52 triliun dan tahun 2025 Rp 14,81 triliun.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting



























