Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Beberapa perusahaan emiten sawit yang terdaftar di Bursa Efek Singapura terpantau terjun bebas dalam lima hari perdagangan terakhir. Penurunan nilai saham ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang mewajibkan seluruh komoditas hasil bumi Indonesia dijual melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), menutup celah bagi perusahaan untuk melakukan ekspor langsung demi menghindari pelarian dana ke bank luar negeri.
Menurut pantauan majalah Indonesian Palm Oil News (IPO News) saham group perusahaan sawit raksasa First Resources anjlok hingga 28%, MV Evans Group anjlok 24,2%, AEP Plantation turun 21%, Golden Agri milik Sinar Mas Group turun 18%, Wilmar International Ltd terkoreksi 9,36%. Group perusahaan diatas adalah pemilik perkebunan sawit ratusan ribu hektar di Indonesia.
Selang beberapa hari kemudian, Wakil Perdana Menteri Singapura berkunjung ke Indonesia dan ditanya oleh wartawan apa respon Singapura terkait Indonesia telah menerapkan kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara.
Respon dari Singapura disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong mengatakan bahwa setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda tergantung prioritasnya. Setiap negara memiliki perhatian dan prioritasnya masing-masing,” ujarnya dalam konferensi pers The 16th Indonesia-Singapore Six Bilateral Economic Working Groups Ministerial Meeting, di Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026.
“Pihaknya akan terus bekerja sama dengan para pelaku bisnis Singapura untuk memastikan bahwa ekspor Indonesia akan terus mengalir bebas. Dia menambahkan, bahwa Singapura akan memastikan Indonesia akan terus menjadi tujuan investasi yang utama, sehingga Singapura bisa bekerjasama dengan Indonesia untuk mengembangkan pusat keuangan di kedua negara.
Gan Kim Yong juga mengatakan bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura memiliki makna baru yang lebih penting. Menurutnya, investasi Singapura di Indonesia terus kuat pada tahun 2025 yaitu sekitar US$ 17,4 miliar dalam bentuk FDI.
Indonesia dibawah kepemimpinan Prabowo Subianto membuat posisi Indonesia saat ini sangat kuat demi memastikan kekayaan alam Indonesia digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Penetapan kebijakan ekspor satu pintu melalui DSI bertujuan untuk kepentingan nasional. Eksportir yang selama ini memarkirkan dananya di luar negeri, terutama Singapura, kini terpukul karena tidak bisa lagi mempermainkan celah hukum yang selama ini kurang pengawasan.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting





























