Indonesian Palm Oil News (IPO News) – ASIAN AGRI Group (AAG) adalah perusahaan kelapa sawit yang telah mengglobal. Hingga tahun 2025 memiliki 30 perkebunan kelapa sawit seluas 100.000 hektar yang tersebar di Riau, Jambi dan Sumatera Utara. AAG juga bermitra dengan skema petani plasma seluas 60.000 hektar dan bekerjasama dengan petani swadaya sawit seluas 42.500 hektar.
Pendiri dan pemilik AAG adalah konglomerat Sukanto Tanoto, pemilik kelompok bisnis Royal Golden Eagle Pte Ltd (RGE) yang berbasis di Singapura. Meski memiliki banyak perusahaan di Indonesia, Sukanto Tanoto memilih mengendalikan bisnisnya dari perusahaan induk yang berlokasi di Singapura.
AAG memiliki 23 pabrik kelapa sawit (PKS) dengan total kapasitas 1.265 ton TBS per jam. Semuanya telah bersertifikat ISCC untuk memproduksi 1,2 juta ton CPO dan diolah menjadi produk hilir. Diantara pabrik pabrik tersebut, 12 pabrik telah dilengkapi pembangkit listrik biogas yang mengubah gas metana menjadi listrik.
AAG memiliki 15 anak usaha dalam menunjang kegiatannya. Menurut penelusuran Indonesian Palm Oil News (IPO NEWS) dari data Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dari 15 anak usaha itu ada 5 anak usaha yang memiliki produksi TBS, CPO dan PK tertinggi yaitu :
Pertama, PT Inti Indosawit Subur. Pada tahun 2024 IIS yang memiliki lahan perkebunan seluas 43.850 hektar ini memiliki produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebanyak 944.549 ton, produksi Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 391.954 ton dan produksi Palm Kernel (PK) sebanyak 211.144 ton.Tahun 2025 produksi IIS di prediksi meningkat 10 persen. IIS memiliki 14 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkapasitas 370 ton TBS per jam.
Kedua, PT Mitra Unggul Pusaka (MUP). Pada tahun 2024 MUP yang memiliki lahan perkebunan seluas 14.150 hektar ini memiliki produksi TBS sebanyak 301.900 ton, produksi CPO sebanyak 72.400 ton dan PK sebanyak 16.000 ton. Tahun 2025 produksi MUP di prediksi meningkat 12 persen. MUP memiliki 2 unit PKS berkapasitas 120 ton TBS per jam.
Ketiga, PT Supra Matra Abadi (SMA). Pada tahun 2024 SMA yang memiliki lahan perkebunan seluas 10.548 hektar ini memiliki produksi TBS sebanyak 214.500 ton, produksi CPO sebanyak 47.100 dan produksi PK sebanyak 11.700 ton. Pada tahun 2025 produksi SMA di prediksi meningkat 10 persen. SMA memiliki 3 unit PKS berkapasitas 135 ton TBS per jam.
Keempat, PT Dasa Anugerah Sejati (DAS). Pada tahun 2024 DAS yang memiliki lahan perkebunan seluas 9.077 hektar ini memiliki produksi TBS sebanyak 209.000 ton, produksi CPO sebanyak 48.300 dan produksi PK sebanyak 10.600 ton. Pada tahun 2025 produksi DAS di prediksi meningkat 10 persen. DAS memiliki 1 unit PKS berkapasitas 60 ton TBS per jam.
Kelima, PT Gunung Melayu (GM). Pada tahun 2024 GM yang memiliki lahan perkebunan seluas 10.414 hektar ini memiliki produksi TBS sebanyak 187.200 ton, produksi CPO sebanyak 67.900 dan produksi PK sebanyak 14.700 ton. Pada tahun 2025 produksi GM di prediksi meningkat 9 persen. GM memiliki 1 unit PKS berkapasitas 60 ton TBS per jam.
AAG melalui anak usahanya PT Tunggal Yunus Estate adalah produsen bibit kelapa sawit dengan brand TOPAZ. Benih sawit TOPAZ diyakini memiliki tingkat produktivitas lebih tinggi 30% dari bibit sawit lainnya, sehingga mampu menghasilkan rata rata 32 ton TBS per tahun dalam 1 hektar. Selain itu masa panen juga lebih cepat rata rata 16-18 ton per hektar di tahun pertama dan meningkat 32-34 ton pada usia tahun ke 5 hingga tahun ke 15. Ada tiga varites bibit yang dimiliki yaitu Topaz I : Deli Dura x Nigerian Pisifera, Topaz 2 : Dura Deli x Pisifera Ghana, Topaz 3 : Dura Deli x Pisifera Ekona, Topaz 4 : Dura Deli x Pisifera Yangambi dan Topaz GT (Ganoderma Tolerant).
AAG memiliki kebun pembibitan TOPAZ seluas 300 hektar di Riau dengan kapasitas produksi sebanyak 25 juta bibit per tahun.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting




























