Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Nama keluarga Katuari memang kurang familiar di telinga publik di Indonesia. Hal ini karena berita dan profil mereka jarang terekspos oleh media. Namun siapa sangka keluarga Katuari merupakan salah satu keluarga terkaya di Indonesia. Keluarga Katuari ini merupakan pendiri dan pemilik Wings Group sebuah perusahaan besar yang memproduksi produk-produk konsumsi rumah tangga (consumer goods) serta produk kesehatan bersaing dengan Unilever di Indonesia.
Eddy William Katuari adalah generasi kedua dari Wings Group. Wings Grup sendiri merupakan salah satu kerajaan bisnis terbesar di Indonesia yang didirikan oleh Johanes Ferdinand Katuari dan Harjo Sutanto tahun 1984 di Surabaya Jawa Timur. Awalnya bergerak di produksi Sabun dan Detergen dengan nama “Fa wings”, berbasis di Surabaya, Jawa Timur. Pada tahun 2004 kerajaan bisnis tersebut diserahkan oleh Ferdinand Katuari kepada anak tertuanya Eddy William Katuari sebagai langkah suksesi. Sejak saat itulah, Eddy dan adiknya-adiknya aktif mengelola Wings Group. Induk perusahaan Wings Group bernama Wings Corporation.
Dibisnis kelapa sawit WINGS Group masuk melalui anak usahanya PT Gawi Makmur Kalimantan memiliki perkebunan diprediksi seluas 30.200 hektar yang tersebar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Gawi Makmur Kalimantan (GMK) didirikan pada 26 Oktober 1994 dengan modal awal Rp 7 miliar, modal ditempatkan dan disetor Rp 7 miliar. Pemegang sahamnya adalah PT Wahana Sayap Kencana dan PT Wahana Wings Surya. Pendiri perusahaan ini adalah Mr. Johanes Ferdinan Katuari.
Terjadi beberapa kali perubahan akte pada perusahaan ini. Pada tahun 2009 modal GMK meningkat fantastis menjadi Rp 550 miliar, modal tempatkan dan disetor Rp 149,80 miliar. Perubahan ini telah disyahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui surat No. AHU-38095.AH.01.02. Tahun 2009, tertanggal 7 Agustus 2009.
Informasi terakhir yang diterima Indonesian Palm Oil News (IPO NEWS), pada Maret 2025 modal awal GMK diturunkan menjadi Rp 149,80 miliar, modal ditempatkan dan disetor Rp 149,80 miliar. Perubahan ini telah disyahkan DEPKUMHAM melalui surat No. AHU-AH.01.09-0016498, Tertanggal 12 Maret 2025
WINGS Group sangat tertutup saat IPO NEWS menanyakan berapa produksi TBS, CPO dan Palm Kernel (PK) nya saat ini. Menurut prediksi IPO NEWS, yang diolah dari data Indonesian Sustaenable Palm Oil (ISPO), produksinya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir (2023-2025).
Pada tahun 2023 WINGS Group memproduksi TBS diprediksi sebesar 620 ribu ton, tahun 2024 meningkat menjadi 780 ribu ton dan tahun 2025 diprediksi 810 ribu ton. Sedangkan produksi CPO ditahun 2023 diprediksi sebesar 98 ribu ton, tahun 2023 sebesar 105 ribu ton dan tahun 2025 diprediksi sebesar 120 ribu ton.
WIGNS Group memiliki 3 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) masing masing 1 PKS di Kalimantan Timur berkapasitas 90 ton TBS per jam dan 2 PKS di Kalimantan Selatan berkapasitas 120 ton TBS per jam.
Dengan produksi TBS dan CPO sebanyak itu, tentu saja tidak mencukupi bagi WINGS Group, karena bisnis yang mereka jalani membutuhkan banyak CPO dan produk turunannya, sehingga WINGS Group membeli CPO dari perusahaan lain.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting






























