Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Minyak goreng sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Namun anehnya sebagai produsen CPO terbesar didunia dengan limpahan bahan baku, tapi harga minyak goreng di Indonesia dinilai terlalu mahal.
Sebelum terjadinya penyimpangan tata kelola ekspor CPO yang membuat minyak goreng langka di Indonesia pada tahun 2022, harga minyak goreng saat itu sebesar Rp. 12.000 per kg.
Namun setelah kasus korupsi yang menjerat beberapa group perusahaan sawit ternama dan sudah selesai disidangkan dengan sanksi membayar denda hingga belasan triliun, kenapa ditahun 2025 dan 2026 harga minyak goreng seolah sulit untuk kembali ke harga sebelum kasus korupsi itu terjadi.
Upaya untuk menurunkan harga minyak goreng oleh pelaku utama industri minyak goreng di Indonesia seolah tidak tampak. Mereka sangat menikmati tingginya harga minyak goreng yang mencekik kalangan industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), juga rumah tangga Indonesia yang tidak mampu, sehingga pendapatan dan laba mereka melambung tinggi.
Menurut pengamatan Indonesian Palm Oil News (IPO NEWS) pendapatan Salim Group (Salim Ivomas Pratama) dalam empat tahun terakhir (2022-2025) terus meningkat. Pada tahun 2022 saat minyak goreng langka dipasaran dan harga melonjak tinggi, Salim Group mencatat pendapatan sebesar Rp. 17,79 triliun dengan laba yang fantastis sebesar Rp. 1,19 triliun. Pada tahun 2024, walaupun pendapannya menurun Rp. 15,96 triliun tapi laba yang dihasilkan meroket menjadi Rp. 1,54 triliun.
Pada tahun 2025 pendapatan dan laba Salim Group juga terlihat meningkat. Hingga September 2025 perusahaan ini membukukan pendapatan sebesar Rp. 14,92 triliun dengan laba Rp. 1,41 triliun.
Group perusahaan raksasa kelapa sawit di Indonesia sudah menikmati begitu banyak keuntungan berusaha di Indonesia hingga berpuluh puluh tahun lamanya. Mereka juga memonopoli industri minyak goreng di Indonesia. Apakah tidak ada rasa empati kepada masyarak Indonesia dan juga pelaku UMKM yang sedang kesulitan dengan menurunkan harga minyak goreng, atau setidak tidaknya mengurangi keuntungan yang mereka peroleh.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting






























