Kinerja Dan Langkah Ekspansi Anglo Eastern Plantation Group

kahayan agro plantation, anglo eastern plantation
Sumber: Anglo Eastern Plantations PLC, Pabrik PKS di Bengkulu

Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Dalam tiga tahun terakhir (2023-2025) produksi Tandan Buah Segar (TBS) AEP terlihat berfluktuatif. Produksi TBS tertinggi ada di perkebunan Sumatera Utara, disusul perkebunan di Kalimantan Tengah dan Bengkulu. Untuk jelas nya dapat melihat tabel dibawah ini :

Perkebuan Produksi TBS

‘000 mt

Menghasilkan

‘000 ha

Produktivitas

mt/ha

2024 2023 2024 2023 2024 2023
Sumatera Utara 397,5 409,0 17,8 18,2 22,3 22,5
Riau 111,7 123,0 4,8 4,8 23,4 25,7
Bangka 18,6 21,1 2,4 1,7 7,6 12,3
Bengkulu 179,3 223,8 12,4 13,2 14,5 17,0
Kalimantan Tengah 297,2 312,8 16,4 15,4 18,1 20,4
Total Indonesia 1.004,3 1.089,7 55,8 53,3 18,7 20,4
Terengganu, Malaysia 15,6 12,5 3,4 3,4 4,6 3,6
Group 1.019,9 1.102,2 57,2 56,7 17,8 19,4

Menurut perhitungan CDMI, tahun 2025 produksi TBS disemua perkebunan milik Anglo Eastern Plantation meningkat 7% hingga 10%. Hingga tahun 2024 rata-rata umur pohon kelapa sawit AEP adalah 14 tahun, terbagi antara lain, Prime (39%), Young (25%), Immature (12%) dan Old (24%). Dalam dua tahun terakhir (2023-2024) kinerja seluruh pabrik AEP yang memproses TBS dan CPO terlihat pada tabel dibawah ini:

Pabrik TBS Diproses

‘000 mt

Produksi CPO

‘000 mt

OER

%

2024 2023 2024 2023 2024 2023
Sumatera Utara 725,9 724,8 146,7 150,1 20,2 20,7
Riau 341,0 345,6 62,8 65,3 18,4 18,9
Bengkulu 548,6 633,9 109,1 129,9 19,9 20,5
Kalimantan Tengah 345,3 450,7 78,1 103,7 22,6 23,0
Total Indonesia 1.960,8 2.155,0 396,7 449,0 20,2 20,8

Selain dari Tandan Buah Segar (TBS) milik sendiri, AEP juga menerima TBS dari sumber eksternal, termasuk TBS dari skema Plasma dan perkebunan di sekitarnya, termasuk petani kecil dan masyarakat. Meskipun persaingan ketat untuk mendapatkan TBS eksternal dari pabrik-pabrik di sekitarnya, AEP berkomitmen untuk membeli lebih banyak TBS dari sumber eksternal dengan harga yang kompetitif namun wajar. Tahun 2024 lalu hasil TBS sendiri (49,9%) dan TBS dari sumber eksternal (50,1%).

Menurut pengamatan CDMI, kinerja AEP dalam lima tahun terakhir (2020-2024) berfluktuatif. Puncak kejayaan bisnis AEP terjadi tahun 2017 lalu dengan pendapatan sebesar US$ 291,90 juta, sedangkan kinerja terendah terjadi pada tahun 2019 dengan pendapatan sebesar US$ 219,13 juta. Untuk lebih jelas dapat melihat tabel dibawah ini :

Laporan Pendapatan 2024 2023 2022 2021 2020 2019
Penjualan 372.263 370.435 447.619 433.421 263.818 219.136

Hingga tahun 2025 AEP memiliki 7 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dari ketujuh pabrik tersebut, empat diantaranya memiliki pembangkit biogas dengan kapasitas 5 MW. Pembangkit biogas terbaru dan diresmikan pada Oktober 2020 adalah pembangkit biogas Raja. Pada tahun 2020 total kapasitas pembangkit biogas sebesar 18.900 MWh atau meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 17.200 MWh. Selain digunakan sendiri, sisa pembangkit biogas dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tahun 2020 penjualan surplus listrik sebesar US$ 970.000, atau meningkat dibanding tahun sebelumnya US$ 908.000,.

Menurut pengamatan CDMI, dari total 13 anak usaha AEP, yang memilki kinerja tertinggi terkait pendapatan adalah PT Tasik Raja (kepemilikan saham 100%) dan PT Alno Agro Utama (kepemilikan saham 100%). Pada tahun 2020 PT Anak Tasik membukukan pendapatan sebesar US$ 59.166, atau meningkat dibanding tahun 2019 sebesar US$ 45.786, sedangkan PT Alno Agro Utama tahun 2020 pendapatannya sebesar US$ 51.944, atau meningkat dibanding tahun 2019 sebesar US$ 40.403,.

Selengkapnya…

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop