Cisadane Sawit Raya TBK Jual CPO dan Produk Turunannya ke Sinar Mas, Wilmar, Musim Mas, Sari Dumai Sejati

Cisadane Sawit Raya, CPO
Image: AI-generated

Indonesian Palm Oil News (IPO News) – PT. Cisadane Sawit Raya (CSRA) didirikan pada 28 Oktober 1983. Pendirinya adalah Bapak Rudi Suhenda (alm) dan istrinya Ibu Johanna Wirjoprawiro (alm). Mendapat izin sebagai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) melalui surat No. 427/I/PMDN/1987, tertanggal 20 Oktober 1987.

Perusahaan ini mengalami beberapa kali perubahan akte. Saat dipimpin oleh Gita Sapta Adi dan Hasan Ramli, modal awal perusahaan ini sebesar Rp. 168.000.000.000 modal ditempatkan dan disetor Rp. 42.000.000.000 saat itu yang menjabat sebagai komisaris adalah Erwin Kurniawan dan Alfatiana Avianti Adoe.

Informasi terakhir yang diterim Indonesian Palm Oil News, setelah menjadi perusahaan terbuka modal awal CSRA menjadi Rp. 656.000.000.000 modal disetor dan ditempatkan Rp. 205.000.000.000

CSRA adalah perusahaan kelapa sawit kelas menengah di Indonesia. Hingga tahun 2025 memiliki perkebunan sawit seluas 20.936,4 hektar termasuk kebun plasma yang tersebar di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Luas lahan tertanam mencapai 20.067,6 hektar. Memiliki 3 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS), total kapasitas 110 ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam.

Untuk menjalankan bisnisnya, CSRA memiliki 6 anak usaha yang dimiliki secara langsung. Mayoritas diakuisisi dalam kondisi greenfield project.

CSRA memasarkan seluruh produksinya di dalam negeri. Terdapat nama nama besar sebagai pembeli produk CSRA, seperti Wilmar Group melalui dua anak usahanya, PT Multi Nabati Indonesia, Sinar Mas Group melalui anak usahanya PT Tapian Nadenggan, Musim Mas, PT Maju Indoraya dan PT Pacific Palmindo Industri.

Pada tahun 2023 Musim Mas membeli produk CPO dan produk turunnya kepada CSRA senilai Rp. 179,68 miliar, PT Maju Indoraya senilai Rp. 86,51 miliar dan PT Pacific Palmindo Industri senilai Rp. 69,70 miliar.

Pada tahun 2024, Wilmar Group membeli produk CPO dan produk turunannya kepada CSRA senilai Rp. 154,76 miliar, Sinar Mas Group senilai Rp. 134,02 miliar, PT Gasing Sawit Abadi senilai Rp. 133,73 miliar dan PT Pacific Palmindo Industri senilai Rp. 60,24 miliar. Pada periode akhir 2024 ada pembeli baru yaitu PT Able Commodities Indonesia dengan pembelian senilai Rp. 74,98 miliar.

Pada tahun 2025 group perusahaan diatas terus melakukan kontrak pembelian CPO dan produk turunannya kepada CSRA. Hingga September 2025, PT Wilmar Nabati Indonesia memberikan kontribusi pendapatan terbesar bagi CSRA dengan nilai pembelian sebesar Rp. 182,90 miliar, disusul PT Sari Dumai Sejati Rp. 181,66 miliar, PT Pacific Palmindo Industri senilai Rp. 120,94 miliar, PT Tapian Nadenggan senilai Rp. 107,02 miliar dan PT Gasing Sawit Abadi Rp. 48,30 miliar.

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Informasi

Jaringan Media

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop