``` PTPN IV PalmCO Gandeng PT Pertagas Niaga Dan PT reNIKOLA Primer Energi Untuk Kembangkan CBG

PTPN IV PalmCO Gandeng PT Pertagas Niaga Dan PT reNIKOLA Primer Energi Untuk Kembangkan CBG

PTPN IV PalmCo, PT reNIKOLA Primer Energi

Indonesian Palm Oil News (IPO News), Jakarta — PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menggandeng PT Pertagas Niaga dan PT reNIKOLA Primer Energi untuk mengembangkan gas biometana terkompresi (compressed biomethane gas/CBG) dari limbah delapan pabrik kelapa sawit menjadi energi terbarukan. Komitmen ini diungkapkan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa dalam keterangannya kepada pers awal Oktober 2026.

Menurut Jatmiko Santosa, pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent /POME) menjadi energi terbarukan ini merupakan wujud nyata penerapan ekonomi sirkular perusahaan. Langkah ini sekaligus mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia. Kolaborasi ketiga perusahaan ini mencerminkan komitmen untuk meningkatkan keberlanjutan operasional, sekaligus menciptakan nilai tambah dari sumber daya kelapa sawit yang berlimpah di Indonesia.

Lebih lanjut dijelaskan Direktur Strategy and Sustainability PTPN IV PalmCo Ugun Untaryo, bahwa proyek ini merupakan bagian penting dari peta jalan dekarbonisasi perusahaan yang sejalan dengan target Net Zero Emission nasional. Dalam ekosistem ini, PTPN IV PalmCo berperan dalam menyediakan pasokan bahan baku limbah, PT reNIKOLA Primer Energi membangun fasilitas pengolahan, sementara PT Pertagas Niaga mendistribusikan CBG kepada konsumen industri.

Sementara itu Chief Operating Officer PT reNIKOLA Primer Energi Amran Yusof, menilai kolaborasi lintas sektor ini berhasil merajut ekosistem biometana yang kuat di Indonesia. Dengan mempertemukan pemasok bahan baku, penyedia infrastruktur gas, dan permintaan pasar jangka panjang, kami membangun ekosistem biometana yang dapat dikembangkan secara luas.

Amran Yusof menjelaskan proyek strategis ini digarap bersama PT reNIKOLA Primer Energi, afiliasi pengembang energi terbarukan reNIKOLA Holdings Sdn Bhd bersama dengan PTPN IV PalmCo dan PT Pertagas Niaga yang telah menandatangani perjanjian penjualan CBG jangka panjang, di mana PT Pertagas Niaga bertindak sebagai pembeli dan penyerap produk CBG selama 15 tahun ke depan.

Menurut Amran pembangunan delapan klaster fasilitas pengolahan CBG tersebut diperkirakan menelan investasi sekitar US$ 45 juta atau setara dengan Rp 790 miliar. Setelah seluruh fasilitas rampung dan beroperasi penuh, proyek ini diproyeksikan mampu memasok energi terbarukan lebih dari 830.000 MMBtu per tahun.

Kepastian Pembeli Merupakan Elemen Penting

Lebih lanjut dijelaskan Amran bahwa salah satu aspek penting dalam proyek ini adalah kepastian pembeli, dimana PT reNIKOLA Primer Energi dan PT Pertagas Niaga telah menandatangani perjanjian penjualan CBG jangka panjang. PT Pertagas Niaga akan bertindak sebagai pembeli atau offtaker selama 15 tahun ke depan.

Skema ini memberi kepastian pasar terhadap gas biometana yang nantinya diproduksi. Dalam proyek energi, kepastian pembeli menjadi elemen penting karena berkaitan langsung dengan kelayakan investasi dan keberlanjutan operasi.

Kolaborasi PTPN IV PalmCo, PT reNIKOLA Primer Energi dan PT Pertagas Niaga menjadi contoh bagaimana limbah industri perkebunan sawit mulai masuk ke pasar energi. Jika seluruh delapan klaster berjalan sesuai rencana, maka POME tidak lagi sekadar menjadi limbah pabrik kelapa sawit. POME akan masuk ke rantai energi, kemudian diolah menjadi biometana, disalurkan ke industri, dan menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi perusahaan di Indonesia.

PTPN IV PalmCo Dukung Kesiapan Peta Bioetanol E50 Bersama DEN

Dalam kesempatan lain Region Head PTPN IV PalmCo Regional III, Bambang Budi Santoso mempertegas komitmen Perseroan dalam mengoptimalkan pemanfaatan limbah industri kelapa sawit menjadi Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Langkah strategis ini dilakukan guna memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mendukung penyiapan peta jalan program campuran bioetanol (E50) yang diusung Pemerintah.

Komitmen tersebut ditegaskan saat Bambang mendampingi kunjungan tim Dewan Energi Nasional (DEN) yang dipimpin Anggota Unsur Pemangku Kepentingan Bidang Teknologi DEN, Dr. Ir. Unggul Priyanto, ke PTPN IV Regional III di Pekanbaru, pada tanggal 2/10/2026.

Menurut penjelasa Bambang Budi, PTPN IV PalmCo saat ini telah menjadi pionir transformasi limbah sawit di Indonesia, mulai dari limbah cair (POME) hingga limbah padat (tandan kosong dan cangkang), menjadi sumber energi hijau yang bernilai tambah tinggi.

Limbah sawit cair (POME) diolah menggunakan teknologi penangkapan metana (covered lagoon dan CSTR) menjadi CBG, untuk pembangkit listrik dan bahan bakar produksi. Sementara itu cangkang digunakan sebagai biomassa pabrik, dan tandan kosong sawit berpotensi dikembangkan menjadi bioetanol dan syngas.

Unggul Priyanto mewakili DEN mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah mengarahkan DEN menyiapkan pengembangan program E50 (campuran etanol 50% pada bensin) pasca-implementasi mandatori B50. Tandan kosong sawit dibidik sebagai salah satu bahan baku biomassa utama untuk bioetanol generasi kedua.

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Majalah IPO News

Majalah Indonesian Palm Oil News Edisi Mei - Juni 2026
Majalah IPO News Hasnur Group 2025
Majalah IPO News Palmex Medan 2025
Majalah IPO News Edisi IPOC Bali 2025
PALMEX Jakarta 2027
Palmex Medan 2026

Produk CDMI Consulting

Berital Lainnya

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop