KLK Catat Rugi Bersih Rm1,34 Miliar Pada Kuartal III 2026, Pendapatan Naik 9,7%

KLK

Indonesian Palm Oil News (IPO News) —  Kuala Lumpur Kepong Berhad (KLK), salah satu grup besar di industri kelapa sawit Malaysia, mencatat kerugian bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan induk sebesar RM1,34 miliar pada kuartal III tahun buku 2026 yang berakhir 30 Juni 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, KLK membukukan laba sebesar RM346,59 juta.

Meskipun mencatat kerugian, pendapatan KLK meningkat 9,7% menjadi RM7,05 miliar dari RM6,43 miliar pada kuartal III tahun sebelumnya. Kerugian tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan nilai investasi sebesar RM1,62 miliar pada Synthomer plc, perusahaan asosiasi yang tercatat di Bursa Efek London.

Penurunan Nilai Investasi Menjadi Faktor Utama

Dalam siaran pers pada 24 Agustus 2026, KLK menjelaskan bahwa penurunan nilai investasi Synthomer merupakan penyesuaian akuntansi satu kali yang bersifat nonkas dan nonoperasional. Menurut perusahaan, langkah tersebut dimaksudkan untuk mengurangi ketidakpastian yang membebani laporan laba rugi pada periode mendatang.

KLK menyatakan penyesuaian itu tidak diperkirakan berdampak terhadap arus kas maupun prospek dividen perusahaan. Setelah penyesuaian tersebut, nilai tercatat investasi KLK di Synthomer turun menjadi sekitar RM190 juta.

KLK juga menyampaikan bahwa apabila dampak penurunan nilai investasi dan bagian kerugian dari Synthomer dikecualikan, laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali pada kuartal III diperkirakan mencapai RM444,8 juta, lebih tinggi dibandingkan RM347,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja Sembilan Bulan Pertama

Untuk sembilan bulan pertama tahun buku 2026, pendapatan KLK mencapai RM19,95 miliar, meningkat 6,6% dibandingkan RM18,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, perusahaan mencatat kerugian yang diatribusikan kepada pemegang saham perusahaan induk sebesar RM667,97 juta, berbalik dari laba RM721,32 juta pada sembilan bulan pertama tahun buku 2025.

KLK menjelaskan bahwa peningkatan volume penjualan dan penurunan biaya produksi minyak sawit mentah (CPO) membantu mengimbangi dampak harga jual CPO yang kurang menguntungkan. Apabila dampak penurunan nilai investasi Synthomer dan bagian kerugiannya dikecualikan, laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali KLK untuk sembilan bulan pertama meningkat 43% menjadi RM1,12 miliar, dibandingkan RM785,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkebunan dan Manufaktur Tetap Menopang Kinerja

Pada segmen perkebunan, laba sebelum pajak kumulatif KLK relatif stabil sebesar RM1,65 miliar. Kinerja tersebut didukung oleh peningkatan volume penjualan dan biaya produksi CPO yang lebih rendah, sehingga membantu meredam tekanan dari harga jual CPO.

Sementara itu, segmen manufaktur menunjukkan perbaikan. Laba sebelum pajak kumulatif segmen ini mencapai RM100,2 juta, dibandingkan kerugian sebelum pajak RM64,6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perbaikan terutama didorong oleh kontribusi yang lebih kuat dari bisnis oleokimia dan berkurangnya kerugian pada bisnis manufaktur non-oleokimia.

KLK memperkirakan segmen perkebunan akan tetap didukung oleh tingkat produksi yang kuat dan harga produk sawit yang menguntungkan. Di sisi lain, bisnis penyulingan dan pengolahan inti sawit masih menghadapi tantangan berupa kelebihan kapasitas industri dan tekanan margin.

Kinerja KLK pada kuartal III tahun buku 2026 menunjukkan bahwa kerugian yang dilaporkan terutama dipengaruhi oleh penyesuaian nilai investasi Synthomer. Sementara itu, pendapatan grup tetap tumbuh dan sejumlah kegiatan operasional, khususnya perkebunan dan manufaktur, memperlihatkan kinerja yang relatif stabil atau membaik.

Muslim M. Amin, Pemimpin Redaksi IPO NEWS

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Majalah IPO News

Majalah Indonesian Palm Oil News Edisi Mei - Juni 2026
Majalah IPO News Hasnur Group 2025
Majalah IPO News Palmex Medan 2025
Majalah IPO News Edisi IPOC Bali 2025
PALMEX Jakarta 2027
Palmex Medan 2026

Produk CDMI Consulting

Berital Lainnya

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop