Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Sejak terbongkarnya kasus korupsi ekspor minyak goreng pada Juni 2025 yang menyeret konglomerasi Wilmar Group dan telah dinyatakan bersalah dengan denda hingga puluhan triliun rupiah, banyak orang atau media masa yang mengkaitkan nama Martua Sitorus dengan kasus ini.
Padahal Martua Sitorus sudah lama keluar dari WILMAR Group. Hal ini ditegaskan oleh KPN Corp, bahwa Martua Sitorus sudah lama meninggalkan WILMAR Group atau tepatnya 15 Juli 2018 dan fokus mengembangakan bisnisnya di KPN Crop.
Saat Indonesian Palm Oil News (IPO NEWS) meneliti struktur kepemilikan pemegang saham pada WILMAR Group sudah tidak ada lagi nama Martua Sitorus pada susunan daftar direksi atau komisaris. Alasan pengunduran diri saat itu karena ingin fokus pada bisnis keluarganya (family business), jadi bukan karena konflik dengan Kuok Khoon Hong.
Lantas, siapa yang memegang kendali WILMAR saat ini..? Dia adalah Kuok Khoon Hong yang menjabat sebagai Chairman sekaligus CEO Wilmar International hingga saat ini. Beliau juga merupakan salah satu pemegang saham terbesar. Pada tahun 2026 tercatat memiliki kepentingan sekitar 27,08% secara langsung dan tidak langsung.
Per posisi 2026, Wilmar bukan dimiliki oleh satu orang saja
Wilmar adalah perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Singapura. Pemegang saham besar saat ini antara lain:
| Pemegang saham | Perkiraan kepemilikan |
| The Kuok Group | 27,08% |
| Archer-Daniels-Midland (ADM) | 22,49% |
| Kerry Group | 6,91% |
| HPR Investments | 3,50% |
| Hong Lee Holdings | 3,35% |
| BlackRock | 1,30% |
| Vanguard | 0,83% |
Data kepemilikan yang dilaporkan pada 2026 menunjukkan Kuok Group sebagai pemegang saham terbesar, diikuti ADM.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting






























