Sinar Mas Agro (SMART Tbk) Lepas Pabrik Kelapa Sawit Di Bangka Belitung Seharga Rp. 67,6 Miliar

Sinar Mas Agro

Indonesian Palm Oil News (IPO News) – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART Tbk) melepas pabrik kelapa sawit milik anak usahanya, PT Maskapai Perkebunan Leidong West Indonesia (LWI) kepada pihak terafiliasi. LWI melepas Pabrik Kelapa Sawit miliknya kepada PT Bumipermai Lestari (BPL) dengan nilai transaksi sekitar Rp67,6 miliar.

Menurut penelusuran majalah Indonesian Palm Oil News (IPO NEWS), LWI memiliki kebun dan pabrik yang berlokasi di Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung. Perkebunan sawit yang dimiliki LWI dilokasi ini terbagi empat wilayah yaitu Leidong West Selatan, Leidong West Utara, Bukit Intan dan Bukit Mas.

Menurut informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), aset yang dialihkan meliputi pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, beserta bangunan, infrastruktur, mesin dan peralatan pabrik, peralatan kantor, laboratorium dan bengkel, kendaraan, alat berat, hingga persediaan.

Manajemen SMART Tbk menjelaskan, keputusan divestasi ini telah mempertimbangkan aspek operasional dan manfaat ekonomi dari pengoperasian pabrik tersebut. Menurutnya saat ini, tingkat pasokan Tandan Buah Segar (TBS) dari kebun LWI  ke pabrik relatif rendah, yakni kurang dari 20 persen dari total buah sawit yang diolah. Untuk menjaga tingkat utilisasi, LWI mengandalkan pasokan buah sawit dari kebun milik BPL yang berlokasi di sekitar pabrik melalui skema titip olah, serta membeli TBS dari pihak ketiga atau kebun sekitar.

Ketergantungan terhadap pasokan eksternal tersebut dinilai meningkatkan risiko bisnis, mulai dari fluktuasi harga bahan baku, ketidakpastian kontinuitas pasokan, hingga potensi terganggunya kesinambungan operasional pabrik. Sementara itu, LWI tetap harus menanggung berbagai biaya tetap, seperti biaya pemeliharaan fasilitas dan tenaga kerja, tanpa mempertimbangkan tingkat utilisasi pabrik. Kondisi tersebut membuat kepemilikan dan pengoperasian pabrik tidak lagi memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi perusahaan.

Untuk menjaga tingkat utilisasi, LWI mengandalkan pasokan buah sawit dari kebun milik BPL yang berlokasi di sekitar pabrik atau tepatnya di Desa Dendang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung melalui skema titip olah, serta membeli TBS dari pihak ketiga, Ketergantungan terhadap pasokan eksternal tersebut dinilai meningkatkan risiko bisnis, mulai dari fluktuasi harga bahan baku, ketidakpastian kontinuitas pasokan, hingga potensi terganggunya kesinambungan operasional pabrik.

Di sisi lain, LWI tetap harus menanggung berbagai biaya tetap, seperti biaya pemeliharaan fasilitas dan tenaga kerja, tanpa mempertimbangkan tingkat utilisasi pabrik. Kondisi tersebut membuat kepemilikan dan pengoperasian pabrik tidak lagi memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi perusahaan. Oleh karena itu, manajemen LWI memutuskan untuk mendivestasi pabrik tersebut sebagai bagian dari langkah strategis dalam optimalisasi portofolio aset dan efesiensi.

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop