Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Salah satu produk perkebunan yang memiliki potensi besar di Indonesia adalah kelapa sawit, yang selama ini berperan penting dalam perekonomian nasional dan penghasil devisa yang besar bagi negara. Kendati demikian, potensi perkebunan kelapa sawit di Indonesia dapat terancam dengan adanya serangan penyakit Ganoderma, yang dapat merugikan para pengusaha sawit pada lahan yang luas. Penyakit Ganoderma merupakan ancaman utama bagi industri sawit di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
PT Pascal Biotech Indonesia merupakan perusahaan yang sejak berdirinya pada Januari 2024 hingga saat ini tengah mengembangkan produk Actino PLUS, yaitu produk yang diformulasikan khusus untuk mengendalikan penyakit Ganoderma sp. yang menyerang perkebunan sawit di Indonesia. Dalam perkembangannya hingga saat ini, PT Pascal cukup sukses memasarkan ActinoPlus ke sejumlah provinsi yang memiliki perkebunan sawit skala besar di Indonesia.
Dalam rangka pengembangan penelitian dan riset dalam menanggulangi penyakit Ganoderma yang menyerang tanaman sawit, belum lama ini PT Pascal Biotech Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN). Kerjasama ini bertujuan memperkuat kolaborasi riset untuk menanggulangi penyakit Ganoderma secara berkelanjutan. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan pada tanggal 6 April di gedung IPB pada pagi hari, dan di gedung PT RPN pada sore harinya.
Untuk mengetahui tujuan utama dan target kerjasama antara PT Pascal Biotech Indonesia dengan IPB University dan PT RPN tersebut, IPO News melakukan wawancara dengan Bapak Ir. Miftachul Anwar, Direktur Utama sekaligus pendiri PT Pascal Biotech Indonesia pada pertengahan April 2026. Berikut ini petikan wawancara IPO News dengan Ir. Miftachul Anwar.
Mohon Bapak Jelaskan Manfaat dan Keunggulan Penggunaan Produk ActinoPLUS yang sejak Januari 2024 Hingga Saat ini Terus Dikembangan PT Pascal Biotech Indonesia?
“Manfaat penggunaan ActinoPLUS (Streptomyces GanoSA1) bagi pengendalian penyakit Ganoderma adalah adanya perubahan kondisi dalam tanah untuk melawan penyakit tersebut. Berikut penjelasannya:
- Pertahanan terhadap Ganoderma: Streptomyces bertindak sebagai pelindung alami, mencegah infeksi Ganoderma.
- Kesehatan tanaman kelapa sawit ditingkatkan: Streptomyces memperkuat sistem kekebalan tanaman sehingga pertumbuhan lebih kuat.
- Hasil yang lebih tinggi: Tanaman yang sehat menghasilkan buah berkualitas tinggi dan panen meningkat.
- Pertanian berkelanjutan: Melindungi investasi para pengusaha sawit sekaligus berkontribusi pada lingkungan yang lebih hijau dan sehat.
Keunggulan-keunggulan produk ActinoPLUS (Streptomyces GanoSA1) adalah:
- Lebih tahan lama untuk hidup di tanah
- Dapat memberikan antibiotik pada tanaman sehingga lebih tahan terhadap penyakit Ganoderma.
- Dapat berfungsi sebagai decomposer organic matter dan mengeluarkan enzim yang bermanfaat bagi tanaman.
- Dapat melindungi tanaman dari penyakit Ganoderma pada perakaran tanaman.
- Lebih mudah untuk diaplikasikan.
- Interval aplikasi 3 tahun sekali, sehingga biaya per hektare lebih murah.”
Apa Dasar Pemikiran PT Pascal Biotech Indonesia Dalam Memilih Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) Untuk Bekerjasama Dalam Penelitian Untuk Menanggulangi Penyakit Ganoderma yang Menyerang Tanaman Sawit Tersebut?
“Kolaborasi antara PT Pascal Biotech Indonesia bekerjasama dengan IPB dan PT RPN merupakan langkah strategis untuk menghadirkan solusi nyata berbasis riset. Sinergi antara dunia industri, akademisi dan pelaku usaha perkebunan, menjadi kunci dalam menghadapi tantangan penyakit tanaman yang semakin kompleks. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.
Melalui kerjasama antara PT Pascal Biotech Indonesia dengan IPB dan PT RPN ini, diharapkan mampu menghasilkan inovasi pengendalian Ganoderma yang aplikatif dan siap diimplementasikan di lahan perkebunan, sehingga dapat mendukung keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit nasional.”
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting




























