Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Setelah Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan adanya dugaan manipulasi nilai ekspor kelapa sawit (CPO) oleh beberapa group perusahaan besar melalui praktek under invoicing, beberapa saham perusahaan sawit yang terdaftar di saham Singapura mengalami penurunan yang signifikan.
Tekanan paling besar terjadi pada saham WILMAR Inernational Ltd. Berdasarkan data perdagangan saham dengan kode saham F34 itu turun skitar 9,36% dalam lima hari terakhir dan berada di level 3,39 dolar Singapura.
Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya dalam sejarah berani melawan oligarki Singapura dengan membuat kebijakan yang pro rakyat Indonesia terkait industri sawit. Kebijakan dibuat di Indonesia, tapi kenapa malah saham saham perusahaan sumber daya alam yang ada di Singapura malah jatuh? ini menjadi tanda tanya besar pasti ada kekeliruan disana.
Group perusahaan sawit lainnya mengalami penurunan harga saham adalah First Resources yang langsung mengalami penurunan sebesar 28%, saham Golden Agri turun 18%, MP Evans Group turun 24,2%, AEP Plantation turun 21%. Ternyata kebijakan Indonesia berhasil membuat bursa di Singapura terganggu, saham-saham perusahaan sawit pada anjlok.
Menurut penelusuran majalah Indonesian Palm Oil News (IPO NEWS) terhadap laporan keuangan First Resources Ltd, terlihat pada tahun 2025 pendapatan First Resources dari Singapura hanya sebesar US$ 447 juta, sedangkan pendapatan dari Indonesia mencapai US$ 1,1 miliar, artinya 66% pendapatan First Resources berasal dari Indonesia.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting




























