Pemerintah Dorong Pengolahan Biogas Menjadi Industri Pupuk Organik Ramah Lingkungan

Biogas
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Dari Limbah Biogas Oleh Sejumlah Mahasiswa Pertanian di Indonesia. Sumber Foto: Humas Fakultas Pertanian UNS

Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Pada tahun 2026 ini Pemerintah semakin mendorong industri pengolahan biogas menjadi pupuk organik di Indonesia, dengan fokus pada teknologi pengolahan yang lebih efisien untuk menghasilkan energi (biogas) dan nutrisi (pupuk padat) secara bersamaan. Pemanfaatan limbah fermentasi biogas di Indonesia ini bertujuan untuk memproduksi pupuk organik berkualitas tinggi yang ramah lingkungan, mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung industri pertanian yang berkelanjutan.

Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana (Ditjen PSP) Kementerian Pertanian menargetkan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) Biogas akan menjadi fondasi untuk membangun konsep pertanian masa depan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Hal ini diungkapkan Sekretaris Ditjen Prasarana dan Sarana Kementeriean Pertanian Mulyono, dalam keterangannya kepada pers pada pertengahan Maret 2026.

Mulyono menjelaskan bahwa konsep pertanian modern yang dicanangkan Pemerintah saat ini adalah pertanian yang dibangun secara terpadu, mulai dari kegiatan hulu sampai hilir dengan menggunakan inovasi teknologi yang tepat guna. Menurut Mulyono, Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) Biogas, adalah salah satu kegiatan yang merupakan konsep pertanian ramah lingkungan, menjadi bentuk dari pertanian modern Indonesia di masa depan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa UPPO Biogas dapat menghasilkan pupuk organik yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia, sehingga pertanian yang dibangun dalam konsep pertanian Upland Project dapat konsisten berbasis ekologi dan ramah lingkungan. Sejumlah penelitian yang sebelumnya dilakukan menunjukkan bahwa digestate (lumpur sisa) dari biogas memiliki kandungan nutrisi lebih baik dan lebih aman digunakan, karena proses fermentasi mengurangi patogen dan bau.

UPPO Biogas ini didukung sejumlah peneliti dari kalangan akademisi di Indonesia, yang menilai bahwa krisis energi global menuntut tersediannya sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu potensi energi terbarukan yang banyak tersedia di Indonesia adalah biogas, yang dihasilkan melalui proses fermentasi anaerob bahan organik. Indonesia memiliki keunggulan natural untuk mengembangkan pupuk organik berskala besar, mulai dari limbah pertanian, kotoran hewan (sapi), hingga potensi mikroorganisme hayati.

Sejumlah kalangan akademisi sepakat bahwa arah pembenahan industri pupuk di Indonesia harus dilakukan secara simultan, mulai dari menjamin pasokan gas, memperbaiki tata kelola harga, mendorong modernisasi teknologi, dan mempercepat transformasi ke pupuk organik. Dengan demikian ketersediaan pupuk di dalam negeri dapat lebih stabil dan meningkatkan daya saing industri pupuk di Indonesia di tengah dinamika global.

 

Produsen Pupuk Organik Siap Produksi Petroganik Sesuai SNI

Upaya Pemerintah untuk mengembangkan penggunaan pupuk organik Indonesia ini juga didukung oleh Himpunan Mitra Produsen Pupuk Organik Indonesia (HIMPO Indonesia). HIMPO Indonesia menegaskan komitmennya untuk memproduksi pupuk organik granul merek Petroganik sesuai Standar Mutu SNI 7763:2024. Penegasan ini disampaikan Ketua Umum HIMPO Indonesia, Muhammad Parto, dalam Rapat Kerja Nasional HIMPO yang diselenggarakan di Solo pada pertengahan Februari 2026.

Menurut Muhammad Part, standar mutu menjadi fondasi utama dalam proses produksi pupuk organik yang dijalankan para mitra. Kepatuhan terhadap SNI 7763:2024 bukan sekadar memenuhi ketentuan administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap petani dan ketahanan pangan nasional.

HIMPO Indonesia berkomitmen untuk memproduksi pupuk organik dengan mutu terstandar. Jika tidak lolos uji kualitas, produksi harus dimusnahkan, karena hal ini menyangkut kepercayaan petani dan keberlanjutan pertanian. Rakernas tersebut dihadiri lebih dari 100 mitra produsen dari berbagai daerah, dan turut diikuti perwakilan dari          PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Petrokimia Gresik, dan PT Pupuk Kujang. Dalam forum tersebut, seluruh peserta menandatangani komitmen bersama untuk memastikan produksi pupuk Petroganik memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut Parto menjelaskan bahwa pengawasan mutu pupuk organik dilakukan secara ketat dan sistematis. HIMPO Indonesia mendorong setiap pabrik mitra memiliki laboratorium mini untuk menguji kualitas produk sebelum dipasarkan.

Melalui komitmen terhadap SNI 7763:2024, HIMPO Indonesia berharap akan tercipta standar kualitas pupuk organik yang seragam di tingkat nasional. Organisasi ini menilai kepastian mutu menjadi kunci untuk memperkuat kepercayaan petani terhadap produk dalam negeri serta mendukung swasembada pangan berkelanjutan.

Dukungan terhadap penggunaan pupuk organik juga datang dari para pelaku industri. SVP Strategi Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Pupuk Indonesia, Asep Saeful Muslim, menyebut bahwa tahun 2026 sebagai momentum pengembangan pupuk organik. Pihaknya  mengungkapkan alokasi pupuk organik bersubsidi pada  tahun 2026 ini mencapai 642.000 ton, naik sekitar 15% dibandingkan tahun 2025.

Menurut Asep, kenaikan alokasi tersebut membuka peluang bagi produsen pupuk organik untuk memperluas pasar sekaligus mendorong praktek pertanian yang lebih ramah lingkungan. Dengan dukungan regulasi Pemerintah dan peningkatan alokasi tersebut, maka industri pupuk organik akan semakin berperan dalam menjaga struktur kesuburan tanah dan industri yang ramah lingkungan.

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Informasi

Jaringan Media

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop