Indonesian Palm Oil News (IPO News) – PT. Ciliandry Angky Abadi (CAA) didirikan oleh Martias Fangiono, seorang pengusaha Indonesia keturunan Tionghoa yang juga mendirikan PT Surya Dumai Industri. Pengusaha lulusan Cambridge University, Inggris ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Singapura.
First Resources juga memiliki perusahaan bayangan untuk mengelola sawit di Indonesia, seperti PT Ciliandry Angky Abadi (CAA) dan PT Fangiono Agro Plantation yang berganti nama menjadi FAP Agri. Hal ini diketahui karena dulu mereka memiliki alamat kantor yang sama dengan First Resources bertahun-tahun lamanya.
Melansir laman Enti Tree, Martias Fangiono diketahui memiliki tujuh anak dari dua istri yaitu, Irawaty Fangiono dan Silvia Caroline. Ke tujuh anak itu adalah Wiras Angky, Wirastuti, Wirashery, Ciliandra, Cik Singgih dan Ciliandrew Fangiono. Semuanya sebagai pengendali di First Resources. Sedangkan CAA dimiliki oleh Silvia Caroline dan dua orang anaknya.
CAA memiliki 7 anak usaha dalam menunjang kegiatannya. Menurut penelusuran Indonesian Palm Oil News (IPO News) dari data Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), dari 7 anak usaha itu ada 3 anak usaha yang memiliki produksi TBS, CPO dan PK tertinggi, yaitu:
Pertama, PT Borneo Ketapang Indah (BKI). Pada tahun 2024 BKI yang memiliki lahan perkebunan seluas 7.072 hektar ini memiliki produksi Tandan Buah Segar (TBS) sebanyak 153.823 ton, produksi Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 35.778 ton dan produksi Palm Kernel (PK) sebanyak 5.046 ton. Tahun 2025 produksi BKI di prediksi meningkat 8%. BKI memiliki 1 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkapasitas 60 ton TBS per jam.
Kedua, PT Tirta Madu (TM). Pada tahun 2024, TM yang memiliki lahan perkebunan seluas 1.055 hektar ini memiliki produksi TBS sebanyak 18.689 ton, produksi CPO sebanyak 3.393 ton dan PK sebanyak 955 ton. Tahun 2025 produksi TM di prediksi meningkat 9%. TM memiliki 1 unit PKS berkapasitas 45 ton TBS per jam.
Ketiga, PT Inti Kebun Sejahtera (IKSJ). Pada tahun 2024, IKSJ yang memiliki lahan perkebunan seluas 13.404 hektar ini memiliki produksi TBS sebanyak 128.500 ton, produksi CPO sebanyak 28.950 dan produksi PK sebanyak 5.600 ton. Pada tahun 2025, produksi IKSJ di prediksi meningkat 10%. IKSJ memiliki 1 unit PKS berkapasitas 60 ton TBS per jam.
Jalankan Bisnis Sawit Sesuai Standar Yang Ditetapkan ISPO
Menurut pengamatan Indonesian Palm Oil News (IPO News), CAA telah menjalankan bisnis kelapa sawit sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), ini terlihat dari sebagian besar anak usahanya telah menerima sertifikasi ISPO.
Tidak mudah bagi suatu perusahaan untuk mendapatkan sertifikasi ISPO, terdapat berbagai persyaratan yang ketat dan clear terkait perkebunan yang dimiliki setiap perusahaan, apakah perkebunan yang dimiliki ini lengkap dokumen-dokumennya, tidak tumpang tindih dengan perkebunan lainnya, dan CAA telah memenuhi semua persyaratannya yang telah ditetapkan ISPO.
Menurut investigasi Indonesian Palm Oil News (IPO News), semua anak usaha CAA telah memiliki sertifikasi ISPO yang diterima melalui perusahaan sertifikasi terkemuka di Indonesia, PT MUTU Hijau Indonesia.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting





























