Astra Agro Lestari Produksi Tandan Buah Segar (TBS) Hingga 4 Juta Ton Ditahun 2025

Astra Agro Lestari, Sawit, TBS
Sumber Foto: Vecteezy | Foto: Syahdani Panjaitan

Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Astra Agro Lestari Tbk (AALI) adalah perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia yang menjalankan bisnis secara terintegrasi dari hulu ke hilir, perusahaan ini adalah bagian dari Group Astra yang memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 284.831 hektar yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Aceh. Perkebunan inti yang dimiliki seluas 212.602 ha, sedangkan kebun plasma seluas 72.229 ha.

Hingga tahun 2025 tanaman sawit yang telah menghasilkan seluas 265.490 ha dari total area perkebunan AALI, lahan yang belum menghasilkan seluas 19.341 ha. Sebagian besar produksi CPO AALI diserap pasar lokal.

Menurut catatan Indonesian Palm Oil News (IPO NEWS), hingga tahun 2025 AALI telah memiliki 32 unit pabrik pengolahan sawit (PKS) dengan total kapasitas 1.570 ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam.

Menurut pengamatan Indonesian Palm Oil News (IPO NEWS), produksi Tandan Buah Ssegar (TBS), Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK), AALI dalam enam tahun terakhir (2020–2025) berfluktuatif. Produksi tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu TBS sebesar 4,63 juta ton, ditahun 2021 menurun menjadi 4,32 juta ton, meurun lagi ditahun 2022 sebesar 4,27 juta ton, ditahun 2023 meningkat pesat menjadi 4,35 juta ton, ditahun 2024 menurun menjadi 3,73 juta ton dan tahun 2025 diprediksi meningkat menjadi 4 juta ton.

Puncak tertinggi produksi Crude Palm Oil (CPO) AALI terjadi pada tahun 2021 yaitu sebesar 1,47 juta ton dan terendah pada tahun 2024 sebanyak 1,12 juta ton, sedangkan produksi Palm Kernel (PK) tertinggi terjadi tahun 2024 sebesar 315 ribu ton dan terendah tahun 2024 sebesar 234 ribu ton. Tahun 2025 produksi CPO dan PK ditaksir meningkat sebesar 9%

Kinerja keuangan AALI dalam lima tahun terakhir (2021-2025) mengalami grafik turun naik. Puncak kejayaan nya terjadi tahun 2021 lalu dengan pendapatan sebesar Rp 24,32 triliun dengan laba yang fantastis Rp 1,97 triliun Tingginya pendapatan ALII ditahun 2021 disebabkan tingginya harga CPO saat itu yang rata rata mencapai US$ 965 per ton diikuti tingginya harga produk turunan lainnya seperti harga Palm Kernel (PK), Palm Kernel Oil (PKO) dan Olein. Disamping itu produktivitas kebun yang tinggi juga ikut mendukung kinerja perusahaan.

Hingga September 2025 kinerja AALI meroket tajam dengan laba bersih yang meningkat fantastis sebesar Rp 1,07 triliun. Pencapaian ini meningkat 33,57% dibanding periode yang sama dengan tahun sebelumnya. Pada periode ini AALI sukses membukukan pendapatan sebesar Rp 22,12 triliun atau meningkat 35,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan sebesar itu berasal dari segmen minyak sawit (CPO) dan turunannya sebesar Rp 19,82 triliun, segmen minyak inti sawit Rp 2,25 triliun dan segmen lain Rp 41,13 miliar.

 

Ditulis oleh Muslim M. Amin (Pemimpin Redaksi IPO NEWS)

 

Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email 

Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting

Share Link:

Baca Juga

English Version

Company Report

Informasi

Jaringan Media

Ikuti Kami

Copyright @ 2024 IPO News. All right reserved

Silahkan Akses melalui Perangkat Mobile, PC atau Laptop