Indonesian Palm Oil News (IPO News), Jakarta — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah sentra produksi nasional masih berada pada level tinggi pada pekan ketiga September 2026. Di beberapa daerah, harga TBS bahkan telah menembus dan bertahan di atas Rp4.000 per kilogram.
Data penetapan harga pemerintah daerah menunjukkan Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu wilayah dengan harga TBS tertinggi. Untuk periode 16–22 September 2026, harga TBS pekebun mitra plasma Sumut untuk tanaman berumur 10–20 tahun ditetapkan sebesar Rp4.066,20 per kg. Sementara harga tertinggi berdasarkan kelompok umur mencapai Rp4.069,96 per kg untuk tanaman berumur 21 tahun.
Meskipun masih berada di atas Rp4.000 per kg, harga tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan berkisar sekitar Rp11–13 per kg, sejalan dengan perubahan harga produk sawit yang menjadi salah satu komponen dalam formula penetapan TBS.
Dalam periode yang sama, harga rata-rata CPO lokal dan ekspor Sumut tercatat Rp16.202,91 per kg, sedangkan harga rata-rata kernel lokal mencapai Rp13.797,44 per kg. Faktor K yang digunakan dalam perhitungan harga TBS ditetapkan sebesar 93,74%.
Riau Turun, CPO Menjadi Faktor Utama
Pergerakan berbeda terlihat di Provinsi Riau. Untuk pekebun mitra plasma periode 16–22 September 2026, harga TBS tanaman umur 9 tahun berada pada Rp3.976,56 per kg, turun Rp17,54 per kg dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara untuk pekebun mitra swadaya, harga TBS umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.912,24 per kg, turun Rp31,22 per kg. Dinas Perkebunan Provinsi Riau menyebut penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya harga CPO. Harga penjualan CPO pada periode tersebut turun Rp221,76 per kg dibandingkan pekan sebelumnya.
Perbedaan harga antara pekebun plasma dan swadaya juga menunjukkan pentingnya mekanisme penetapan harga dan hubungan kemitraan dalam menentukan nilai TBS yang diterima petani.
Sumbar dan Jambi Masih di Level Tinggi
Di Sumatera Barat (Sumbar), harga TBS justru mengalami kenaikan. Untuk periode 15–21 September 2026, harga TBS tanaman umur 10–20 tahun mencapai Rp4.042,71 per kg, naik Rp15,06 per kg dari periode sebelumnya sebesar Rp4.027,65 per kg.
Sementara di Jambi, harga TBS periode 18–24 September 2026 mengalami koreksi. Untuk tanaman umur 10–20 tahun, harga ditetapkan sebesar Rp3.914,66 per kg, turun Rp36,02 per kg dari Rp3.950,68 per kg pada periode sebelumnya. Dalam penetapan tersebut, rata-rata harga CPO tercatat Rp15.379,81 per kg, sedangkan harga rata-rata inti sawit mencapai Rp13.535,64 per kg dengan faktor K sebesar 93,64%.
Harga TBS Tetap Menjadi Indikator Penting
Pergerakan harga TBS pada September menunjukkan bahwa harga yang diterima pekebun masih sangat berkaitan dengan dinamika harga CPO dan produk turunannya. Ketika harga CPO mengalami tekanan, harga TBS cenderung ikut terkoreksi. Sebaliknya, penguatan harga produk sawit dapat memberikan ruang bagi kenaikan harga TBS.
Dengan sejumlah sentra utama masih mencatat harga sekitar Rp3.900–Rp4.000 per kg, posisi harga TBS saat ini tetap menjadi faktor penting bagi pendapatan pekebun dan aktivitas ekonomi di daerah sentra sawit.
Bagi industri sawit, perkembangan harga TBS juga perlu dicermati karena berkaitan langsung dengan biaya bahan baku pabrik kelapa sawit (PKS), pendapatan pekebun, serta daya beli masyarakat di kawasan perkebunan.
Menurut data Indonesian Palm Oil News (IPO NEWS), pergerakan harga TBS pada September 2026 memperlihatkan bahwa pasar sawit domestik masih berada pada level harga yang relatif kuat, meskipun mulai terjadi koreksi di sejumlah provinsi. Perbedaan antarwilayah juga menunjukkan bahwa harga TBS sangat dipengaruhi oleh harga CPO, formula penetapan pemerintah daerah, umur tanaman, serta pola kemitraan pekebun.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting
























