Indonesian Palm Oil News (IPO News) – PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) mencatatkan nilai ekspor sebesar US$403 juta atau sekitar Rp7,14 triliun pada semester I-2026 dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Kontribusi ekspor tersebut mencapai lebih dari 50% dari total ekspor pelaku usaha yang tercatat sebesar Rp13,78 triliun pada periode yang sama. Kinerja ekspor tersebut didukung oleh produk oleokimia bernilai tambah tinggi yang diproduksi UOI, seperti fatty acid, fatty alcohol glycerin, dan soap noodles.
Produk tersebut telah menjangkau pasar internasional di 42 negara, termasuk China, Korea Selatan, dan Prancis. Ekspansi UOI di KEK Sei Mangkei menjadi bagian dari penguatan industri hilir kelapa sawit di Sumatera Utara. Perusahaan memperkuat kapasitas produksi melalui pengembangan fasilitas fatty alcohol dengan nilai investasi sebesar US$155 juta atau sekitar Rp2,59 triliun.
Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen mengatakan pengembangan fasilitas produksi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat basis manufaktur di Indonesia.
Indonesia memiliki berbagai modal untuk menjadi pusat manufaktur global, mulai dari ketersediaan sumber daya, sumber daya manusia yang kompetitif, ekosistem kewirausahaan, hingga infrastruktur modern, ujar Willem.
Menurut Pemimpin Redaksi IPO NEWS, Muslim M. Amin, melimpahnya minyak kelapa sawit di Indonesia menjadikan para pengusaha baik dalam maupun luar negri berminat untuk menanamkan modalnya dalam industri oleochemical ini.
Kini,terdapat beberpa perusahaan global seperti unilever, Procter and Gamble, Cargill tertarik menanamkan modalnya dalam bidang ini. Misalnya Unilever telah membangun Pabrik olahan produk minyak sawit luar jawa, yaitu dengan membangun pabrik Fatty Acid, fatty alcohol dan soap noodle di kawasan Industri Sei Mangkei.
Hasil investigasi IPO NEWS, UOI berdiri pada tanggal 3 Januari 2012 dan sepenuhnya dimiliki oleh Unilever Netherlands dengan struktur kepemilikan sahamnya sebesar 99,9% adalah milik Mavibel BV dan 0,1% adalah milik warga BV.
Ada beberapa alasan mengapa bisnis ini dibangun, namun ada 2 hal yang menjadi alasan utamanya. Yang pertama menyangkut kegiatan operasional dan penghematan fiscal, alasan kedua adalah penerapan bisnis yang berkesinambungan dan ramah lingkungan untuk mencapai tujuan yang termaktub didalam Unilever Sustainable Living Plan dimana Unilever dapat menelusuri sumber CPKO yang berkesinambungan dan ramah lingkungan untuk dipakai sebagai bahan baku produk perawatan tubuh.
Menurut Muslim, dari hasil pengamatan IPO NEWS saat ini kurang lebih ada sebanyak 50 perusahaan yang memproduksi fatty acid berbahan baku CPO dengan total kapasitas produksi sebesar 859.641 ton per tahun.
Dari 50 perusahaan tersebut tercatat sebanyak 29 perusahaan yang berlokasi di Sumatera Utara. Sementara kalau dilihat dari kapasitasnya yang paling besar adalah PT Soci Mas dengan kapasitas sebesar 120.000 ton per tahun, kemudian disusul PT Cisadane Raya Chemical sebesar 97.000 ton per tahun, sedangkan urutan ketiga adalah PT Pacific Palmindo Industri sebesar 90.300 ton per tahun.
Menurut hasil riset IPO NEWS, produksi fatty acid Indonesia dalam lima tahun terakhir (2021-2025) terus meningkat. Pada tahun 2021 total produksi fatty acid Indonesia mencapai 4,78 juta ton, tahun 2022 meningkat 5,0 juta ton dan hingga tahun 2025 telah mencapai 5,68 jta ton.
Ada sekitar 30 perusahaan yang selalu rutin mengekspor fatty acid ke berbagai negara, diantaranya adalah, Apical Kao Chemicals, Cisadane Raya Chemicals, Dua Kuda Indonesia, Hashimoto Gemilang Indonesia, Musim Mas, Nubika Jaya, Permata Hijau Palm Oil, Rudolf Polymers Indonesia, Soci Mas, Sumi Asih, Unilever Oleochemical Indonesia, Wilmar Nabati Indonesia, Domas Agrointi Prima, Energi Sejahtera Mas, Asianagro Agungjaya, Bonanze Megah Ltd, Cahaya Mas Indotama, Adhitya Serayakorita, Batara Elok Semesta Terpadu dan masih banyak yang lain.
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting






























