Indonesian Palm Oil News (IPO News) – Trend Ekspor TBS Indonesia
Selama ini ekspor Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit oleh pemerintah tidak dilarang secara umum. Namun, pernah ada kebijakan larangan ekspor CPO (Crude Palm Oil) yang berdampak pada harga TBS, namun kebijakan tersebut sudah dicabut. Larangan sementara ekspor CPO dan turunannya dilakukan tahun 2022 untuk menjaga pasokan minyak goreng dalam negeri. Larangan ekspor CPO berdampak pada harga TBS petani kelapa sawit, yang cenderung menurun karena ketersediaan pasar ekspor yang terbatas. Larangan ekspor CPO akhirnya dicabut, dan harga TBS kembali normal.
Jadi secara umum, ekspor TBS tidak dilarang. Petani tetap bisa menjual TBS mereka ke berbagai pasar, termasuk pasar ekspor, tergantung pada kebijakan pemerintah dan kondisi pasar. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor TBS selama ini relative kecil jumlah atau nilainya, malahan di tahun 2021 tidak ada realisasi ekspor. Dilakukan pada tahun 2022 hanya sebanyak 1.257 ton pada tahun 2023 melonjak menjadi 3.655 ton, kemudian di tahun 2024 turun lagi menjadi 1.793 ton. Sementara di tahun 2025 kelihatannya akan mengalami kenaikan, sebab selama periode bulan Januai hingga Maret volume ekspornya sudah tercatat sebanyak 836 ton. Ini berarti untuk keseluruhan tahun itu diperkirakan akan mencapai 3.344 ton.
Perkembangan Ekspor Tandan Buah Segar TBS), 2021 – 2025
| Tahun | Volume (Ton) | Nilai (USD’000) |
| 2021 | – | – |
| 2022 | 1.257 | 228 |
| 2023 | 3.655 | 500 |
| 2024 | 1.793 | 286 |
| 2025*) | 836 | 134 |
| 2025**) | 3.344 | 536 |
*) Januari-Maret **) Perkiraan, Sumber: Badan Pusat Statistik
Selengkapnya…
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting




























