Indonesian Palm Oil News (IPO News) – PT Eagle High Plantation Tbk didirikan pada tahun 2000 dengan nama PT Bumi Perdana Prima International, kemudian pada tahun 2007 melakukan go publik dengan menjual sebagian sahamnya dan berganti nama menjadi PT BW Plantation, saat itu modal awalnya sebesar Rp 900.000.000.000,- modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 375.136.000.000,- kemudian pada tahun 2008 nama perusahaan menjadi PT BW Plantation Tbk.
Setelah terjadi beberapa kali terjadi perubahan, terakhir pada tahun September 2014 modal ditempatkan dan disetor ditingkatkan menjadi Rp 450.361.300.000,- dan sahamnya dikontrol oleh PT BW Investindo, Credit Suisse AG SG Branch S/A Matacuna Group, Credit Suisse AG SG Branch S/A Pegasus CP One, Barclays Bank PLC-KS, dan Publik. Pada February 2015 nama perusahaan berubah menjadi PT EAGLE HIGH PLANTATIONS Tbk (BWPT)
BWPT adalah perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia dan terafiliasi dengan Rajawali Group milik Peter Sondakh yang pernah bertengger dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Hingga tahun 2025 luas perkebunan sawit yang dimilki seluas 87.000 hektar yang tersebar di Sumatera (2.000 ha), Kalimantan (73.000 ha) dan di Papua (12.000 ha). Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang dimiliki berjumlah 7 unit, terdiri dari 6 unit berlokasi di Kalimantan dan 1 unit di Papua. Total kapasitas produksi 7 pabrik tersebut sebanyak 2 juta ton Tandan Buah Segar (TBS) per tahun.
Menurut pengamatan Indonesian Plam Oil News (IPO NEWS), luas perkebunan BWPT terlihat menyusut drastis, jika dibanding dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2022 luas perkebunan BWPT mencapai 124.218 hektar, ditahun 2024 tinggal seluas 87.000 hektar. Selidik punya selidik ternyata BWPT telah menjual beberapa perkebunannya di tahun 2023.
BWPT memasarkan seluruh produksinya di dalam negeri. Terdapat nama nama besar sebagai pembeli produk BWPT, seperti Sinar Mas Group, Wilmar Group, Sari Dumai Group, Musim Mas Group dan beberapa perusahaan lainnya.
Pendapatan BWPT ditahun 2023 sebesar Rp 4,20 triliun, berasal dari beberapa group perusahaan. Kontribusi terbesar berasal Sinar Mas Rp 1,77 triliun, dari Sari Dumai Rp 1,66 triliun, Musim Mas Rp 343,17 miliar, Wilmar Rp 48,27 miliar dan beberapa perusahaan lainnya.
Pendapatan BWPT ditahun 2024 sebesar Rp 4,30 triliun, berasal dari beberapa group perusahaan. Kontribusi terbesar berasal Sinar Mas Rp 1,80 triliun, dari Sari Dumai Rp 1,57 triliun, Musim Mas Rp 234,67 miliar, Wilmar Rp 76,69 miliar dan beberapa perusahaan lainnya
Hingga September 2025 perusahaan perusahaan diatas tetap berkontribusi besar terhadap pendapatan BWPT. Ada muncul nama nama perusahaan baru sebagai pembeli ditahun 2025. Seperti terlihat pada tabel dibawah ini :
| Nama Perusahaan | September 2025 |
| PT Sinar Mas Agro (SMART) | 1.758.399 |
| PT Sarii Dumai Sejati | 1.183.141 |
| PT Tapian Nadenggan (Sinar Mas Group) | 321.326 |
| PT Pacrim Nusantara Lestari Food (Cargill Group) | 273.638 |
| PT Mega Surya Mas (Musim Mas Group) | 169.035 |
| PT Sinar Alam Permai (Wilmar Group) | 155.249 |
| PT Wilmar Nabati Indonesia (Wilmar Group) | 90.618 |
| PT Sinar Jaya Inti Mulia (Sinar Jaya Group) | 73.694 |
| PT Bina Sawit Abadi Pratama (Sinar Mas Group) | 40.092 |
| PT Hasil Abadi Perdana | 28.632 |
| PT Citra Borneo Utama (Citra Borneo Group) | 26.600 |
| PT Energi Unggul Persda (KPN Corp) | 15.242 |
| PT Agro Bukit (Agro Indomas Group) | 7.369 |
| Lain Lain | 54.172 |
| Total | 4.197.208 |
Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, hubungi: Marketing atau Email
Butuh Buku Riset? Silahkan kunjugi CDMI Consulting





























